Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Rute Kapal Cepat Tawun Lombok Barat-Sanur Bali Dibuka
BERITABALI.COM, NTB.
Rencana pembukaan rute kapal cepat dari Pelabuhan Tawun Sekotong Barat menuju Sanur Bali terus dimatangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar).
Dalam waktu dekat Dishub akan mendatangi sejumlah perusahaan kapal cepat di Bali. Perusahaan kapal cepat itu akan digaet untuk mau memasukkan Sanur-Tawun sebagai rute tujuannya. Sebelumnya, telah ada rute ke Senggigi-Gili Gede-Nusa Penida.
"Dalam waktu dekat Dishub akan mendatangi sejumlah perusahaan kapal cepat di Bali. Perusahaan kapal cepat itu akan digaet untuk mau mengisi rute Sanur-Tawun," terang Kepala Dishub Lobar HM Najib, Jumat (30/3).
Kadishub Najib menerangkan, untuk pembukaan rute ini Pemda Lombok Barat sudah melakukan persiapan. Dari sisi dermaga yang sudah punya izin operasional supaya bisa disandari kapal.
Diakui, komunikasi intens terus dilakukan Dishub Lobar dengan sejumlah owner kapal cepat baik di Lombok maupun yang ada di Bali. Bahkan koordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar selaku pemilik pelabuhan Sanur telah dilakukan.
“Selain kita berhubungan dengan owner atau GM6 kapal cepat, kita juga melakukan kerja sama dengan pihak Dishub Denpasar untuk rute Sanur-Tawun ini,” ungkapnya.
Beberapa owner kapal cepat diklaim menyambut baik pembukaan rute Sanur-Tawun itu. Sebab menjadi alternatif tercepat untuk konektivitas menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Di samping bisa melihat potensi wisata yang ada di Sekotong, tak bisa dipungkiri daya tarik MotoGP sangat besar. Terlebih jika melihat persaingan harga tiket pesawat yang masih terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan kapal cepat.
“Pesawat harga tiket bisa mencapai satu juta sekian, tapi kalau kapal cepat hanya kisaran Rp200 ribu sudah bisa sampai Lombok dari Bali. Dari sisi efisiensi waktu juga lebih cepat kalau ke Sekotong, karena kalau lewat pelabuhan yang di utara (Bangsal KLU) menuju Mandalika butuh waktu sekian jam,” ungkapnya.
Peluang untuk pengadaan moda transportasi darat dari Tawun menuju Mandalika pun sudah dipersiapkan. Pihaknya sudah bekerja sama dengan koperasi jasa angkutan yang membawa penumpang wisata baik ke Mandalika atau menuju sejumlah Objek Wisata di Lobar.
“Bisa rutenya ke Mandalika, bisa Ke Senggigi dan juga bisa kawasan Sekotong. Karena kita berharap para wisatawan itu bisa memanfaatkan keindahan wisata Sekotong,” tegasnya
Beberapa waktu lalu operator dan agen kapal cepat dari Bali datang meninjau pelabuhan Tawun Sekotong sekaligus berkeliling ke destinasi wisata gili yang ada di Sekotong. Tujuannya untuk mempromosikan wisata ke para tamu sebagai persiapan membuka rute Sanur-Tawun.
“Mereka tidak mau setengah-setengah, mereka meninjau kesiapan kita di dermaga Tawun. Mereka melihat kelayakan sandar kapal cepat, fasilitas yang ada di pelabuhan Tawun, dan mereka anggap layak,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, selain mengecek pelabuhan, operator dan agen kapal juga melihat kesiapan sarana prasarana pendukung tamu yang berkunjung ke Sekotong. Seperti penginapan dan lainnya. Dipastikan juga kesiapan wisata di darat atau pinggir pantai hingga kulinernya. Agen juga keliling ke gili-gili di Sekotong. Dan para agen sangat merespon baik karena fasilitas sarana sudah memadai untuk sandar kapal cepat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5859 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4606 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2215 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan