Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Saksi Kunci Mayumi Dijaga Ketat Polisi
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasca kematian Rika Sano alias Sano (33) warga negara Jepang yang tewas ditangan pembunuh berdarah dingin, aparat kepolisian menjaga ketat rekannya yang masih hidup, yakni Mayumi Someya (30). Dua anggota polisi selalu mendampingi Mayumi kemana pun dia pergi.
Sejak ditemukannya mayat Sano di semak belukar di depan Pasar Oleh Oleh Kampung Bali di Jalan Mertanadi Kuta, Senin (28/09) sore, dua anggota polisi dari Poltabes Denpasar ditugaskan menjaga Mayumi, di sebuah tempat yang sangat dirahasiakan.
Sumber petugas kepolisian Poltabes Denpasar mengatakan, penjagaan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada Mayumi selama tinggal di Bali, menyusul tewasnya Sano, rekan Mayumi.
Bila tidak dijaga polisi, dikhawatirkan pelaku akan mencari tempat tinggal Mayumi dan menuntut balas dan melakukan pembunuhan kembali.
Sudah barang tentu, pembunuh maniak ini berupaya menghilangkan jejak, karena identitasnya hanya diketahui oleh Mayumi sendiri.
Dikonfirmasi terpisah, Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gde Alit Widana mengakui akan hal itu.
Ditegaskannya, ada dua anggota yang mengaja Mayumi di sebuah tempat yang lokasinya di rahasiakan.
“Ya, kita jaga dan dampingi Mayumi,†ucap Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Drs Gde Alit Widana, Kamis (01/10) tanpa menyebut lokasinya.
Kapoltabes enggan berbicara banyak mengenai penjagaan Mayumi. Namun dia sangat menyesalkan kenapa Mayumi ingin pulang ke negaranya Jepang.
Padahal, kata Kapoltabes, keberadaanya di Bali sangat diperlukan, pasca kematian temannya Sano. Kapoltabes tidak mengetahui persis alasan Mayumi ingin pulang ke negaranya.
“ Mayumi akan pulang ke negaranya 3 hingga 4 hari mendatang. Tapi kita bilang jangan pulang, karena penyidik masih membutuhkan keterangan dari dia,†ungkapnya.
Lantas bagaimana pengejaran terhadap pelaku ?
Mantan Kapolres Tabanan ini menerangkan perburuan pelaku masih terus berjalan. Anggota yang dikerahkan ke sejumlah daerah belum kembali.
“Anggota sudah bekerja di luar dan mereka masih belum kembali,†tegasnya.
Ditanya, apakah ada dugaan pelaku masih di Denpasar dan sekitarnya ? Ditanya begitu, Kapoltabes belum bisa menduga duga.
“Bisa masih, bisa belum. Bisa saja dia sudah kabur, tapi bisa saja dia masih bersembunyi di Denpasar. Tenang saja, pengejaran masih berlangsung,†jawabnya. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5030 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3421 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2156 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 872 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan