Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Sanggar Ariwangsa Duta Badung di PKB Mainkan Gamelan Angklung dari Abad ke-15 Masehi
beritabali/ist/Sanggar Ariwangsa Duta Badung di PKB Mainkan Gamelan Angklung dari Abad ke-15 Masehi.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sanggar Ariwangsa, perwakilan dari Kabupaten Badung, berhasil mencuri perhatian di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI yang digelar pada Senin (1/7) di Art Center Denpasar. Sanggar ini menampilkan rekonstruksi Gamelan Tua dan Angklung Keklentangan yang memukau penonton.
Dalam pagelaran tersebut, Sanggar Ariwangsa memperkenalkan kembali gamelan angklung, salah satu jenis gamelan Bali yang termasuk dalam golongan gamelan tua (wayah). Gamelan ini memiliki laras selendro empat nada dan diperkirakan sudah ada sebelum abad ke-15 Masehi.
Salah satu seniman penting dalam pengajaran gamelan angklung keklentangan adalah almarhum I Nyoman Dendi dari Pemedilan, Denpasar, yang berperan besar dalam melestarikan dan mengajarkan tabuh angklung klasik kepada berbagai sekaa di Bali, termasuk sekaa angklung Purnama Budaya di Banjar Batubidak, Desa Adat Kerobokan, Badung pada tahun 1950-an.
Sanggar Ariwangsa mencoba menggali kembali dan merekonstruksi gamelan tua tersebut pada PKB tahun 2024 sebagai upaya melestarikan warisan leluhur yang adhiluhung. Pagelaran ini menampilkan beberapa komposisi terkenal, seperti “Engkek Engkek Engkir”, “Manuk Dewata”, “Galang Kangin”, dan “Satus Korawa”.
Komposisi "Engkek Engkek Engkir" terinspirasi dari suara burung yang berfungsi sebagai tanda sasih kedasa dalam penanggalan Bali. "Manuk Dewata" menggambarkan burung dengan bulu indah yang dipercaya sebagai wahana roh menuju alam swah loka dalam prosesi ngaben. "Galang Kangin" mengangkat makna waktu yang tepat untuk memulai kegiatan menurut kepercayaan Bali. Sedangkan "Satus Korawa" terinspirasi dari kisah Mahabharata tentang seratus saudara Kurawa.
Koordinator Sanggar Ariwangsa, I Made Sujendra, S.Sn, menjelaskan bahwa pagelaran ini lebih banyak mengangkat masalah kehidupan di masa lalu. Dengan melibatkan 23 personil dan persiapan selama tiga bulan, penampilan Sanggar Ariwangsa mampu menghadirkan pagelaran seni yang luar biasa.
“Harapan saya, melalui rekonstruksi karawitan ini, utamanya gending-gending lama yang hampir punah agar bisa tetap dilestarikan,” ujar Sujendra.
Ketua Listibiya Kuta Utara, I Wayan Ardana, S.Sn, menyatakan kebanggaannya terhadap penampilan Sanggar Ariwangsa. Ia terharu dan merasa penampilan tersebut sangat mengalunkan.
“Pesan saya agar ditingkatkan lagi supaya ada generasi pemain angklung muda utamanya di Kecamatan Kuta Utara,” ucapnya.
Ardana juga menambahkan bahwa pihaknya mengadakan pembinaan seni per banjar, tidak hanya kesenian angklung, tetapi juga gong kebyar dan selonding.
Dua peserta, I Putu Bagus Ramadika Bujangga dan Made Surya Wirawan, mengungkapkan rasa senang dan bangga karena bisa membawa nama baik Kabupaten Badung di ajang PKB. Mereka juga menceritakan bahwa latihan intensif selama lima bulan membuahkan hasil yang memuaskan. Harapannya, pelaksanaan PKB tahun depan akan lebih megah dan mampu membangkitkan seni-seni yang belum terekspose maksimal.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5292 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3438 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2235 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 957 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan