Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Saraswati Smarana di Melbourne Jadi Jembatan Budaya Bali dan Australia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Masyarakat Melbourne berkumpul dalam acara Saraswati Smarana pada Sabtu (7/9) di Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Melbourne, sebuah perayaan untuk mengenang Dewi Saraswati, dewi kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, dan seni.
Saraswati dalam tradisi Bali dipandang sebagai perwujudan pengetahuan, pondasi dari kreativitas, inovasi, hingga pertumbuhan spiritual. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa pengetahuan bukan sekadar bimbingan, melainkan akar dari penciptaan itu sendiri.
Acara dimulai dengan doa tradisional Bali, menciptakan ruang sakral yang diiringi lantunan Selonding dan Sakuhachi Suling. Suasana kemudian dilanjutkan dengan berbagi pengalaman dari Yande King, musisi asal Bali, yang merefleksikan perjalanan musiknya hingga tercipta karya Tari Puspa Banksia—terinspirasi bunga khas Australia.

Sesi berikutnya dibawakan Jeremy Dullard, musisi asal Australia yang mendalami musik Bali dan mendirikan kelompok baru bernama Ready New Gang. Grup ini memadukan Gender Wayang Bali dengan irama drum dan double bass, menghasilkan harmoni unik berbasis tradisi.
Suasana keakraban semakin terasa saat jamuan makan siang dilanjutkan dengan tiga tarian tradisional Bali: Topeng Keras, Jauk Manis, dan Tari Condong. Partisipasi penonton dalam sesi interaktif kecak semakin memperkuat semangat kebersamaan dan inklusivitas seni Bali.
Program ditutup dengan meditasi bersama Bunda Arsaningsih, pendiri Soul Reflection dan Soul Meter, yang memandu peserta menemukan kedalaman diri serta keseimbangan emosional.
Acara ini terlaksana berkat dukungan KJRI Melbourne, Gamelan Dananda, Sapta Nugraha, mahasiswa, komunitas lokal, serta Anandam Graha sebagai penyelenggara.
Konjen KJRI Melbourne Yohannes Jatmiko Heru Prasetya mengapresiasi komunitas Bali yang tetap menjaga adat dan tradisi sebagai identitas serta berkah kedamaian di Melbourne.
Baca juga:
PHDI Denpasar akan Gelar Menek Kelih, Pawintenan Saraswati, Sapu Leger, dan Metatah Massal
Sementara Ketua Anandam Graha, Eka Poedidjono, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan acara.

“Saya sangat berbahagia dan bangga dengan upaya yang dilakukan bersama dalam menjaga tradisi dan memunculkannya dalam sebuah kegiatan tradisi dan inovasi sehingga harapannya kegiatan ini akan menjagi kegiatan rutin tahunan di Melbourne”, tambahnya.
Perayaan Saraswati Smarana menjadi bukti bagaimana pengetahuan, tradisi, dan kreativitas bersatu untuk menghubungkan jiwa dan komunitas. Melalui musik, tari, meditasi, serta refleksi budaya, kebijaksanaan Saraswati tetap relevan sebagai inspirasi pertumbuhan pribadi dan penguatan komunitas lintas generasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1569 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun