Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Satu Gedung Digarap Dua Kontraktor
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Proyek Puskemas Kaliakah membuat Komisi C DPRD Jembrana bingung. Pasalnya dalam papan kegiatan yang tercantum terdapat dua kontraktor yang mengerjakan proyek di lokasi yang sama.
Namun demikian, Komisi C hanya menemukan satu proyek yang tengah dikerjakan para pekerja saat sidak yang didampingi staf ahli Unud, Selasa (28/7).
Terdapat dua kontraktor yang mengerjakan proyek di satu lokasi yakni CV Sinar Abadi yang mengerjakan renovasi gedung Puskesmas Kaliakah, dan CV Puri Bening yang mengerjakan rehabilitasi rumah dinas paramedis Puskesmas bersangkutan, dengan dana proyek masing-masing sebesar Rp 74. 552.000 dengan luas 74 meter persegi.
Namun demikian, ketika Komisi C melakukan sidak di lokasi proyek yang dimulai sejak 29 Juni 2007 lalu, mereka tidak dapat menemukan proyek renovasi gedung Puskesmas tersebut. Tak ayal hal tersebut membuat kening para anggota komisi berkernyit dan tidak mengerti akan kondisi tersebut.
Sekreteris Komisi C DPRD Jembrana, Iskandar Alfan, mengaku bingung dengan keadaan ini. Sepengetahuannya, tidak ada satu pun aturan di Jembrana yang membenarkan pengerjaan satu gedung oleh dua kontraktor yang berbeda.
“Dalam papan kegiatan, seharusnya dua proyek ini dikerjakan dalam waktu yang bersamaan, yaitu mulai tanggal 29 Juni lalu. Kok saya tidak menemukan proyek satunya. Saya khawatir waktu 90 hari yang disediakan untuk pembangunan itu tidak cukup untuk menyelesaikannya,†katanya.
Di samping menemukan satu bangunan yang diduga “proyek siluman†tersebut, ia juga menyebutkan ada beberapa ketidaksesuaian konstruksi bangunan dengan bestek yang telah ditentukan.“Kami telah melakukan tiga kali sidak di sini. Dalam sidak sebelumnya, kami menemukan ada salah satu bagian dinding yang patah. Kami juga telah menyuruh para tukang agar membongkarnya,†jelasnya.
Namun demikian, himbauan Komisi C tidak diindahkan. Pasalnya dalam sidak kemarin dinding yang patah tersebut tidak diganti dengan pembangunan dinding baru.
Terkait keberadaan “proyek siluman†di sana, pimpinan proyek I Ketut Jinakan menjelaskan, sesungguhnya gedung yang tengah dikerjakan tukang tersebut adalah dua proyek yang berbeda, yang hanya dibatasi dengan selat pembatas.“Saya sempat koordinasi dengan pimpro lama. Menurutnya dua proyek ini dibangun dalam satu gedung.
Ya, satu bilik dua paket. Untuk RKS, kami sudah menyusunnya,†pungkasnya. (wen)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5668 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2523 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan