Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Satu Tewas Dibunuh, Satu Sekarat Luka Tusuk
BERITABALI.COM, BADUNG.
Saling serang antar preman di Kuta, pecah lagi. Kali ini lebih sadis tak seperti yang diperkirakan. Peristiwa penyerangan terjadi, Rabu (14/07) dinihari, di Bar Red Room di Jalan Diana Pura, Kuta. Satu orang satpam tewas menggerikan setelah tubuhnya dicincang beramai ramai dan satunya lagi sekarat ditusuk.
Wilayah pariwisata di Kuta, sepertinya sudah tidak aman lagi bagi wisatawan. Genderang perang antar preman kembali terjadi, diduga dipicu kasus penyerangan di depan Diskotik Sky Garden oleh dua kelompok preman, Minggu (11/07). Meski kasusnya sudah diselidiki aparat kepolisian, kelompok preman yang berseteru belum juga tertangkap.
Perang antar preman kembali pecah, Rabu (14/07) dinihari di Jalan Diana Pura, Kuta. Puluhan preman bersenjatakan pedang dan samurai, rantai besi, bergerak bebas ke Bar Red Room yang terletak di depan Santa Fe.
Dari informasi awal, sumber menyebutkan, para preman sebenarnya akan melakukan penyerangan di dua tempat. Satu di Sky Garden dan di Bar Red Room. Mereka menarget seseorang untuk dibunuh ditempat.Mereka salah sasaran, mau cari orang tapi orang yang dicari gak ada, beber sumber kepolisian, pada Rabu (14/07).
Namun karena Sky Garden dijaga ketat aparat kepolisian dari Brimob Polda Bali dan pasukan TNI dari satuan Raider, puluhan preman batal menyerang. Mereka bertolak ke Bar Red Room sekitar pukul 02.30 dinihari.
Penyerangan yang dilakukan kelompok preman beringas ini cepat dan sistematis. Masuk, menyerang, merusak, membunuh dan kabur.Gerakan mereka cepat sekali, ada setengah jam mereka menyerang dan membunuh, bisik sumber lagi.
Penyerangan dadakan ini membuat kaget satpam jaga, yakni Bagus Alit Edi Sastrawan dan Yesaya Karmoi. Mereka terkepung, setelah kelompok preman menerobos masuk sembari mengayunkan senjata tajam.Sabetan demi sabetan para pelaku mengenai tubuh Bagus Alit Edi Sastrawan. Korban tidak sempat kabur karena kondisinya terpojok. Yang menggerikan, setelah korbannya terkulai lemas, para pelaku beramai ramai membabat habis sekujur tubuh korban dengan senjata tajam.
Nasib beruntung bagi Yesaya Karmoi. Pemuda asal Alor ini berhasil kabur meski punggungnya ditusuk oleh para pelaku. Yesaya terpaksa kabur meninggalkan temannya Sastrawan karena nyawanya juga terancam.
Ulah para preman beringas ini membuat takut para tamu mayoritas wisatawan asing dan domestic yang asyik dugem di Red Room. Guna menghindari amukan preman, mereka ngacir menyelamatkan diri masing masing.
Selain membunuh dan melukai satpam jaga, para preman melakukan perusakan di Bar. Akibatnya, sejumlah perabotan dan fasilitas didalam bar hancur berantakan. Puas melampiaskan amarah, para pelaku kabur.
Beberapa menit kemudian, aparat kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Kedua korban dilarikan ke RSUP Sanglah. Penjagaan pun diperketat dengan mengerahkan satu Dalmas dari Poltabes Denpasar.
Hanya saja, saat dalam perawatan di RSUP Sanglah, Bagus Alit Edi Satrawan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Korban tewas dengan luka yang sangat mengenaskan. Sedangkan Yesaya Kamori kini menjalani rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang oleh tim medis.
Sementara itu Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Suryanbodo SIK mengatakan bahwa kasus ini masih diselidiki. Pihaknya sudah memeriksa 6 saksi dan menyita sejumlah barang bukti.Kita kumpulkan pecahan kaca dan sebagainya untuk barang bukti. Saksi baru diperiksa 6 7, ucapnya.Sejauh ini katanya, motif penyerangan ke Bar Red Room belum diketahui.
Termasuk jumlah penyerang yang diduga dari kelompok preman tertentu.Motifnya masih diselidiki. Pelaku penyerangan masih simpang siur, ada yang bilang 20 30 40 orang. Masih kita kembangkan, tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan