Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Sawah di Subak Lebu Karangasem Terancam Gagal Panen Akibat Krisis Air
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Puluhan hektare sawah di Subak Lebu, Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, terancam gagal panen akibat minimnya pasokan air irigasi. Pendangkalan saluran air menyebabkan aliran yang sebelumnya lancar kini tersendat bahkan mengering.
Bendesa Adat Lebu, I Wayan Darmanta, mengatakan bahwa kondisi ini terjadi bukan karena kekurangan sumber air, melainkan akibat endapan material yang menumpuk di terowongan irigasi sepanjang satu kilometer.
"Sebenarnya air di hulu besar, cuma karena terjadi pendangkalan trowongan air sepanjang 1 kilometer, air menjadi tersendat. Dulu kami bisa masuk berdiri di dalam terowongan, tapi sekarang sudah tidak bisa karena ada material numpuk di dalamnya," ujarnya, Selasa (18/3/2025).
Bagi warga Desa Adat Lebu, keberadaan tanaman padi memiliki keterkaitan erat dengan tradisi upacara Ngusaba Desa. Upacara ini biasanya digelar ketika padi mulai menguning atau memasuki masa panen.
"Jadi tidak ada hari atau tanggal pasti upacara Usaba di desa kami, patokannya adalah saat panen padi, sehingga mau tidak mau harus menanam padi sekalipun saat ini kondisinya kesulitan air," jelas Darmanta.
Hingga saat ini, sekitar 44 hektare sawah mengalami kekurangan air. Padi yang baru berusia 20 hari terancam gagal tumbuh karena pasokan air yang semakin minim.
Guna menyelamatkan tanaman padi, petani di Subak Lebu harus berjaga hingga larut malam untuk mendapatkan air. Pasalnya, pada siang hari, aliran air sudah mengering karena dialirkan ke sawah yang berada di hulu.
Darmanta pun berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki infrastruktur irigasi.
"Saya berharap nantinya ada perbaikan infrastruktur saluran irigasi yang panjangnya sekitar 1 kilometer dari pemerintah daerah. Terlebih kaitannya untuk mendukung swasembada pangan seperti yang dicanangkan oleh pemerintah," tandasnya.
Petani di Subak Lebu kini menunggu respons dari pemerintah agar persoalan irigasi dapat segera ditangani, sehingga ancaman gagal panen bisa dihindari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2313 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun