Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Sejumlah Pasar Baru di Jembrana Sepi Pedagang dan Pembeli
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pasar merupakan tempat yang identik dengan keramaian dan aktivitas dagang masyarakat. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi sejumlah pasar yang terdapat di Kabupaten Jembrana.
Pasar-pasar tersebut justru sepi dari aktivitas pedagang dan pembeli, sehingga bangunan pasar yang sebenarnya baru dibangun terlihat mangkrak.
Dalam pantauan, terdapat tiga pasar yang mengalami keadaan serupa. Salah satunya adalah Pasar Manuver Gilimanuk yang terletak dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk. Meskipun pembangunan pasar ini selesai pada tahun 2020 lalu, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak los dan kios yang kosong, tidak terisi oleh pedagang.
Selain itu, dua pasar yang dibangun pada tahun 2017 di Kecamatan Melaya juga mengalami nasib serupa. Pasar Tukadaya dan Pasar Ekaasari kini sepi dari aktivitas pedagang. Pasar Tukadaya hanya memiliki satu pedagang yang menggunakan los pasar dan satu kios yang digunakan oleh Bumdes Tukadaya.
Selain tiga pasar tersebut, Pasar Ijogading yang dibangun sekitar tahun 2014 juga belum beroperasi secara optimal. Hanya beberapa kios dan los di lantai satu yang buka, sedangkan bangunan di lantai dua dan tiga belum dimanfaatkan dengan baik.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, menyampaikan bahwa terdapat 10 pasar yang terdata dan masuk dalam objek retribusi di Jembrana. Namun, ada juga pasar-pasar yang tidak masuk dalam objek retribusi.
"Kalau pasar yang masuk objek retribusi ada 10 pasar di seluruh Jembrana," jelasnya.
Mengenai Pasar Manuver, Pasar Tukadaya, dan Pasar Ekasari, pembangunan gedungnya memang berasal dari pemerintah, yakni pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK). Namun, setelah proses pembangunan selesai, pengelolaan pasar-pasar tersebut diserahkan kepada masing-masing desa.
"Pasar-pasar ini tidak terdata sebagai objek retribusi pasar oleh dinas," terangnya.
Adinata mengakui bahwa tiga pasar tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Padahal, pemerintah telah menyediakan tempat untuk digunakan sebagai pasar atau kegiatan usaha masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan masing-masing desa agar bangunan pasar yang sudah disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Pemerintah sudah menyiapkan tempat untuk masyarakat yang akan berdagang," ungkapnya.
Selain itu, Adinata juga menyampaikan bahwa warga yang ingin menempati kios dan los pasar yang tersedia tidak harus menjadi pedagang yang telah lama berkecimpung di dunia perdagangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2328 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan