Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Sekeluarga Diseret Ombak, Bocah SD Tewas
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bocah kelas III SD 3 Dajan Peken, Tabanan, I Gusti Putu Ritana (9), hilang diseret arus saat mandi bersama keluarganya di loloan Tukad Yeh Empas yang menyambung dengan pantai Yeh Gangga Pantai Yeh Gangga Rabu (11/5) petang.
Menurut ibu korban, Gusti Ayu Purnami ombak besar tiba-tiba datang ketengah loloan dan menggulung satu keluarga yang mandi itu.
"Saya langsung memegangi anak paman dan anak saya yang paling kecil (Raditya), sementara anak saya yang paling besar posisinya cukup jauh dan kejadiannya begitu cepat, jadi saya tidak bisa apa-apa," ucapnya sambil mengingat kejadian tersebut.
Sementara paman korban I Gusti Wardana yang saat itu juga ikut mandi, berusaha mencari Ritana justru dia juga ikut diseret arus.
"Saat saya mau menyelamatkan ponakan saya, saya juga diseret arus sayapun berteriak sambil melambai-lambaikan tangan,� kenang Wardana.
Beruntung teriakan Wardana didengar nelayan setempat yakni pan Latra dan pan Tini, yang kemudian menyelamatkan dirinya.
"Untung ada nelayan yang menyelamatkan saya. Namun ponakan saya saat itu tidak ketemu," sesalnya.
Saat dikabarkan hilang, kerabat korban bersama Tim SAR berusaha melakukan pencarian namun tidak ketemu, keesokan harinya Kamis (12/5) sekitar pukul 15.15 tubuh bocah munggil itu tiba-tiba menyembul ke permukaan.
Pihak keluarga dan Tim SAR pun langsung mengevakuasi korban yang sudah tiak bernyawa, untuk kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Merak No. 17 Tabanan. (gin)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3341 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan