Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Selain Dicekik, Korban Juga Disodomi
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dari hasil visum dokter diketahui, korban Sekarmayang Ramadani (8), tewas kehabisan nafas setelah dicekik bapak kandungnya. Selain itu, pada dubur korban juga ditemukan luka lecet bekas penetrasi benda tumpul.
Meski sudah ada hasil visum dokter, namun tersangka Toni Sucipto, dalam pemeriksaan di Poltabes Denpasar membantah telah menyodomi anaknya. Dia hanya mengaku mencekik anaknya hingga tewas di dalam bak mandi.
Dalam pemeriksaan, tersangka Toni Sucipto mengaku hidup dililit hutang. Karena ingin bebas dari belenggu hutang, ia kemudian berkonsultasi dengan seorang dukun.
Atas petunjuk dukun, tersangka kemudian diminta untuk melakukan hal yang keji, yakni membunuh anak kandungnya sendiri. Petunjuk ini kemudian dilakukan tersangka di sebuah villa di Seminyak.
Menurut salah seorang petugas di Poltabes Denpasar, awalnya tersangka mengaku ingin bunuh diri bersama keluarganya, karena beban hidup yang amat berat. Namun dalam perkembangan selanjutnya tersangka mau mengakui perbuatannya. Perbuatan ini, menurut tersangka merupakan ritual untuk menambah rejeki agar kaya raya.
Kasat Reskrim Poltabes Denpasar, Kompol Rendra Dewayana, mengatakan, hingga kini belum ditemukan unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini. “Kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka,” ujarnya. (spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman