Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
Serapan Beras Bulog Tabanan Rendah
Rabu, 15 Maret 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Serapan beras badan urusan logistik (bulog) di Tabanan ternyata masih rendah. Hal itu terungkap ketika tim serapan gabah (sergap) pusat markas besar (Mabes) Angkatan Darat TNI AD melakukan pantauan terhadap sersapan beras bulog di Gedung Bulod Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (14/3).
[pilihan-redaksi]
Tim Sergab yang dipimpin oleh Kolonel Inf Agus Arif Fadila bersama dengan Kolonel Inf I Made Sudiana, disamping meninjau serapan beras, pihaknya juga meninjau kemana saja beras bulog didistribusikan. Pasalnya, saat ini, TNI juga membantu dalam mewujudkan Swasembada pangan yang merupakan program kerja pemerintah pusat. Namun dalam hal ini, pihaknya mengakui tidak hanya di Tabanan saja serapan beras Bulog sangat rendah. Di kabupaten lain juga sama saja.
"Wajar saja tidak terserap, di Bali hasil beras petani tidak pantas untuk dibawah harga empat ribu perkilogram, karena kualitas berasnya bagus, " ungkap Arif Fadila.
Faktor Bulog tak bisa penuhi daya serap beras, karena Pemerintah Provinsi Bali juga mempunyai program Perpadi yang mana hasil gabah petani dibeli seharga Rp 4.000 per kilogram dipinggir jalan.
Sedangkan Bulog hanya membeli Rp 3.700 perkilogram sesuai dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah). Kemudian ada petani tidak mau jual beras karena dikonsumsi sendiri. Terakhir, petani lebih suka menjual ke tengkudak karena harga yang dibeli lebih mahal dari Bulog.
Mengingat di tahun 2017 target serapan bulog lebih besar mencapai 1.700 ton, dibandingkan tahun 2016 hanya memperoleh serapan beras sebesar 303,3 ton dari target 1.280 ton, Bulog dengan Perpadi diharapkan saling bersinergi. Misalnya beras yang kualitas bagus biarkan saja dibeli Perbadi karena berani beli dengan harga mahal, sehingga yang kualitas agak kurang diberikan ke Bulog.
Hal ini bertujuan pada petani yang menghasilkan beras kualitas rendah agar berasnya terbeli sehingga petani tidak beralih profesi ke pekerjaan lain.
"Kayak semacam kerja sama menyeimbangkan harga, tetapi tidak menyebabkan petani rugi dan para tengkudak yang kaya raya," terangnya.
Sementara dari pihak Bulog I Gede Adnyana mengatakan daya serap tidak terpenuhi karena nilai beli yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk Bulog lebih rendah dari nilai pasaran.
[pilihan-redaksi]
Nilai beras yang dibeli oleh Bulog Rp 7.300 per kilogram, sedangkan harga pasaran yang dibeli oleh para pengepul seharga Rp 8.500 per kilogram. Dengan harga yang lebih murah ini menyebabkan petani lebih tertarik menjual beras keluar atau ke para pengepul karena harganya lebih mahal.
"Maka dari itu sulit penuhi target," jelasnya.
Sementara, saat ini stok beras di Tabanan masih aman, karena saat ini di gudang sudah ada 4.500 ton stok beras. Sedangkan yang didistribusikan kepada renstra dan TNI, 310 ton setiap bulannya. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5237 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3433 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2213 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026