Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Sidang Tidak Kuorum, Penetapan APBD Gagal
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dua minggu menjelang coblosan Pilkada, suhu perpolitikan di Jembrana mulai memanas. Hal tyersebut juga terjadi di tubuh DPRD Jembrana. Betapa tidak, lantaran sebelas orang legislator tidak hadir dengan alasan ikut kampanye, rapat paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2011 terpaksa harus ditunda.
Pada awalnya, tidak ada tanda-tanda kalau rapat paripurna tersebut bakal ditunda hingga Kamis (16/12) mendatang. Namun saat waktu rapat sudah seharusnya dimulai dan para undangan sudah menempati kursinya masing-masing, ketegangan baru muncul. Pasalnya, 12 orang anggota DPRD tidak hadir sehingga
rapat paripurna terpaksa harus ditunda lantaran tidak kuorum.
Dari 12 anggota DPRD tersebut, empat orang dari F Golkar, tujuh orang dari F Demokrat dan seorang dari F PDIP. Anggota DPRD dari F Golkar dan F Demokrat beralasan sedang ikut kampanye paket Patriana-Subanda (PAS) yang memang diusung oleh koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar dalam Pilkada Jembrana. Sementara, I Made Kembang Hartawan dari F PDIP cuti karena menjadi cawabup.
Tidak hadirnya 11 anggota dewan dari F Golkar dan F Demokrat membuat anggota dewan lainnya gerah. Mereka menilai perbuatan tersebut sudah melecehkan lembaga dewan dan rakyat yang memilih mereka. Selain itu, mereka menilai karena 11 anggota dewan tersebut absen sehingga penetapan APBD Jembrana 2011 menjadi tertunda.
Demokrat dan Golkar sudah memboikot APBD dan ingkar janji pada rakyat. Harusnya mereka lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan partai, teriak Nyoman Yudi Wartono anggota dewan dari F PNBKI.
Sementara I Ketut Sugiasa, Plt. Ketua DPRD Jembrana sangat menyayangkan tindakan 11 anggota dewan tersebut. Karena APBD ini menyangkut kepentingan rakyat, semestinya mereka mendahulukannya daripada kepentingan partai,ujarnya.
Sementara itu Putu Kamawijaya, anggota DPRD Jembrana dari F-Demokrat yang tidak hadir dalam rapat tersebut ketika dihubungi awak media, Senin (13/12) mengakui kalau fraksi Demokrat tidak hadir dalam sidang paripurna karena berpartisipasi dalam kampanye Patriana Krisna-Subanda (PAS).
Ini kan hajatan lima tahun sekali dan jadwal kampanye tidak bisa diundur. Kami ditugaskan partai untuk all out untuk memenangkan paket PAS. Kami juga sudah ijin untuk tidak ikut sidang. Apa tidak boleh untuk ijin? katanya.
Kamawijaya mengatakan jika tidak ada kampanye PAS, pihaknya pasti akan mengikuti persidangan. Di sisi lain Ketua DPC Golkar Jembrana, Made Suardana saat dihubungi ponselnya tidak aktif. (dey)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan