Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Staf Fungsional Dinas PUTR Buleleng Jadi Tersangka Kasus Pemerasan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jumlah tersangka dalam kasus pemerasan terhadap pengembang perumahan bersubsidi di Buleleng kembali bertambah. Setelah sebelumnya menahan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Buleleng, I Made Kuta, kini staf Fungsional Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Dinas PUTR Buleleng, Ngakan Anom Diana Kesuma, juga ditetapkan sebagai tersangka. Ngakan resmi ditahan pada Senin (24/3).
Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali, Putu Agus Eka Sabana, mengatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan Ngakan bekerja sama dengan Kadis I Made Kuta dalam mempersiapkan gambar teknis pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Dinas PMPTSP Buleleng meminta uang kepada pengembang sebesar Rp 1,4 juta per PBG. Selanjutnya, uang tersebut digunakan untuk membayar retribusi ke negara sebesar Rp 355 ribu per PBG. Sementara sisanya dibagi dua oleh tersangka I Made Kuta dan tersangka Ngakan Anom," jelasnya.
Dari pembagian tersebut, I Made Kuta mendapatkan Rp400 ribu per PBG, sementara Ngakan Anom menerima Rp700 ribu per PBG. Kegiatan pemerasan ini sudah berlangsung sejak 2019 dan diduga melibatkan puluhan pengembang. Hingga kini, baru 10 pengembang yang telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Lapas Kerobokan, Denpasar. "Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus pemerasan ini," tambah Eka Sabana.
Sebelum melakukan penahanan, penyidik Kejati Bali sempat menggeledah Kantor Dinas PUTR Buleleng pada Jumat (21/3) sore. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen permohonan PBG, dokumen pembangunan rumah bersubsidi, serta dua unit ponsel.
Selain itu, penyidik juga menemukan tiga amplop berisi uang tunai masing-masing sebesar Rp 500 ribu di meja kerja salah satu staf teknis Dinas PUTR Buleleng. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepengurusan PBG. Penyidikan masih berlanjut untuk mengungkap lebih jauh aliran dana dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3360 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1155 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 799 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan