Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Strategi Subak Guming Mengwi Tangani Minimnya Air Irigasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Meski sistem pengairannya masih menggunakan sistem tadah hujan dan kadang terkendala sulit mendapatkan aliran air irigasi Subak Guming, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung tetap optimistis.
Para anggota Subak tidak mudah menyerah dan patah semangat menghadapi kendala tersebut. Mereka menyiasatinya dengan menerapkan sistem tanam beragam dalam areal subak. Dengan melakukan hal tersebut hamparan hektar lahan persawahan tetap produktif.
"Subak ini termasuk tadah hujan, sumber air datang dari sumber mata air dari, 2 pancoran jadi, sistem tanamnya menjadi beragam. Jika air tidak cukup menanam Padi maka, disiasati dengan menanam multikultura mulai dari, cabai, terong, kacang panjang, dan lainya," papar Pekaseh Putu Suardika, Kamis,(5/5).
Selain itu, sistem pengairan dilakukan secara bergilir dari hulu ke hilir agar semua lahan sawah teraliri air. Penanaman diselingi sambil menunggu hingga waktu menanam padi sehingga sawah subak tetap produktif.
Jumlah krama Subak Guming sebanyak 90 orang yang sebagian masih aktif. Sedangkan luas lahan subak sebelumnya 35 hektar namun setelah diukur kembali dengan sistem PTSL, luas lahan menjadi 34,22 hektar.
Terkait kendala yang dihadapi para anggota subak saat ini hasil panen padi masih sulit dipasarkan.
"Begitu hasil panen bagus kendalanya malah pada pemasarannya," keluhnya.
Suardika sangat berharap, agar pemasarannya dapat dibantu oleh pihak terkait. Hasil panen subak Guming dalam setahun terjadi 2 kali dengan hasil panen 5 hingga 6 ton padi per hektarnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 641 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan