Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
Tak Melaut, Perahu Nelayan Klecung Dimakan Rayap
Sabtu, 10 September 2016,
05:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Efek cuaca ekstrim ombak besar ternyata masih dirasahkan oleh sejumlah nelayan di Pantai Klecung, Banjar Klecung, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.
Sejak enam bulan lalu hingga Jumat (9/9) nelayan Pantai Klecung belum berani melaut karena ombak di sekitar pantai Klecung masih tinggi. Nelayan setempat terpaksa memarkir perahunya di bawah pohon jauh dari bibir pantai.
Kondis perahu sudah tidak terawat lagi karena beberap kayu dimakan rayap. Tak hanya itu bagian lambung pun nampak sudah mulai keropos karena lama tak terpakai. Sementara itu mesin dari perahu terpaksa dibawa pulang karena sudah jarang dihidupkan.
Dewa Made Juliarta ( 35 ) nelayang setempat mengaku tidak melaut sejak 6 bulan. Bahkan kalau dipaksakan melaut akan membuat nyawanya terancam. Hal ini dibuktikan cuaca yang ada di sekitaran pantai Klecung masih ektrim. "Tiba-tiba ombak bisa tinggi, ini yang membuat kami takut melaut," ujar Juliarta.
Disamping itu selain berbahaya, jika dipaksakan melaut jaring yang akan digunakan tidak bekerja dengan baik, akibat deras air laut yang mengganas. "Bisa jadi kami rugi tak dapat ikan Layur, jaringnya dikendalikan ombak besar," imbuhnya.
Selain layur ada pula lobster yang dihasilkan di Pantai Klecung ini. Hanya saja ada peraturan bahwa ukuran lobster yang diatas 200 ons boleh diekspor hal itu menyebabkan nelayan melautnya tidak efektif.
“Sebelum ada aturan baru tetang lobster, penghasilan kami mencapai Rp 500 ribu perhari. Namun sekarang hal itu tinggalah kenangan. Bahkan untuk ikan layur pun saat ini susah didapat karena belum musim,” jelasnya.
Ia berharap kondisi kembali normal dan cuaca bersahabat, sehingga ia dan teman-teman nelayan lainya bisa lagi melaut. Selama tidak melaut, aktivitas nelayan beralih menjadi buruh bangunan dan buruh tani. [bbn/nod/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5043 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3422 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2161 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 873 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026