Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Tak Melaut, Perahu Nelayan Klecung Dimakan Rayap
Sabtu, 10 September 2016,
05:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Efek cuaca ekstrim ombak besar ternyata masih dirasahkan oleh sejumlah nelayan di Pantai Klecung, Banjar Klecung, Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.
Sejak enam bulan lalu hingga Jumat (9/9) nelayan Pantai Klecung belum berani melaut karena ombak di sekitar pantai Klecung masih tinggi. Nelayan setempat terpaksa memarkir perahunya di bawah pohon jauh dari bibir pantai.
Kondis perahu sudah tidak terawat lagi karena beberap kayu dimakan rayap. Tak hanya itu bagian lambung pun nampak sudah mulai keropos karena lama tak terpakai. Sementara itu mesin dari perahu terpaksa dibawa pulang karena sudah jarang dihidupkan.
Dewa Made Juliarta ( 35 ) nelayang setempat mengaku tidak melaut sejak 6 bulan. Bahkan kalau dipaksakan melaut akan membuat nyawanya terancam. Hal ini dibuktikan cuaca yang ada di sekitaran pantai Klecung masih ektrim. "Tiba-tiba ombak bisa tinggi, ini yang membuat kami takut melaut," ujar Juliarta.
Disamping itu selain berbahaya, jika dipaksakan melaut jaring yang akan digunakan tidak bekerja dengan baik, akibat deras air laut yang mengganas. "Bisa jadi kami rugi tak dapat ikan Layur, jaringnya dikendalikan ombak besar," imbuhnya.
Selain layur ada pula lobster yang dihasilkan di Pantai Klecung ini. Hanya saja ada peraturan bahwa ukuran lobster yang diatas 200 ons boleh diekspor hal itu menyebabkan nelayan melautnya tidak efektif.
“Sebelum ada aturan baru tetang lobster, penghasilan kami mencapai Rp 500 ribu perhari. Namun sekarang hal itu tinggalah kenangan. Bahkan untuk ikan layur pun saat ini susah didapat karena belum musim,” jelasnya.
Ia berharap kondisi kembali normal dan cuaca bersahabat, sehingga ia dan teman-teman nelayan lainya bisa lagi melaut. Selama tidak melaut, aktivitas nelayan beralih menjadi buruh bangunan dan buruh tani. [bbn/nod/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 439 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026