Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Tanah Longsor Terjang Pura Kelembu di Ubud, Tiga Bangunan Rusak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peristiwa tanah longsor menerjang Pura Kelembu, Desa Adat Mas, Banjar Satria, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Akibat kejadian tersebut, tiga bangunan di area pura mengalami kerusakan cukup parah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp500 juta. Longsor dipicu curah hujan tinggi yang disertai angin kencang dan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir di wilayah Ubud dan sekitarnya.
Baca juga:
Longsor Tutup Akses SDN 2 Peliatan Ubud
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah yang labil membuat senderan tembok di sisi selatan pura tidak mampu menahan tekanan tanah.
“Benar telah terjadi tanah longsor di Pura Kelembu Desa Adat Mas sekitar pukul 06.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga bangunan terdampak cukup parah,” ujarnya.
Baca juga:
Tebing Longsor Ancam SMPN 1 Bangli
Kapolsek Ubud menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar untuk penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.
“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar dan tim sedang menuju lokasi. Proses pembersihan material belum dapat dilakukan karena kondisi cuaca masih hujan dan angin kencang, sehingga berisiko bagi keselamatan petugas,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar tebing atau lereng. Kondisi tanah yang masih labil dikhawatirkan berpotensi memicu longsor susulan di tengah musim penghujan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada di sekitar tebing atau lereng. Tidak menutup kemungkinan masih ada potensi longsor susulan karena kondisi tanah yang labil,” tegas Kapolsek.
Adapun tiga bangunan yang mengalami kerusakan akibat longsor tersebut yakni Piyasan, Bale Gong, dan Bale Penyimpanan Banten. Ketiganya tertimpa reruntuhan senderan tembok sisi selatan pura yang ambrol.
Salah seorang saksi mata, I Kadek Mertha (43), warga Banjar Tarukan, Desa Mas, mengungkapkan bahwa longsor terjadi saat hujan masih mengguyur kawasan tersebut dan disertai angin kencang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5990 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan