Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Tari Rejang Kesari Menyambut 124 Delegasi WWF di Jatiluwih
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ratusan delegasi World Water Forum (WWF) ke-10, Sabtu (25/5) disambut pentas budaya Tari Rejang Kesari saat mengunjungi Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali,
Dengan kalungan bunga para delegasi peserta WWF ini nampak terpukau dengan pertunjukan Tari Rejang Kesari. Sesekali mereka mengabadikan momen tarian tersebut dengan kamera ponselnya.
Delegasi asal Kanada, Navya mengatakan keberadaannya berada di objek wisata Jatiluwih, Tabanan ini selain melihat keindahan DTW, ia dan rombongan dengan para delegasi berada di tempat ini untuk mempelajari sistem perairan dan budaya yang ada di Pulau Dewata Bali.
"Ini pengalaman yang luas biasa, bisa melihat langsung bagaimana subak dapat mengairi sawah yang begitu luas. Budaya Bali dengan tarian yang menyambut kami saat datang sangat bagus. Gerakan gemulai penari begitu lentur. Ingin rasanya bisa mempelajarinya," kata Navya ditemui di DTW Jatiluwih.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih Ketut Purna mengatakan, Tari Rejang Kesari yang digunakan untuk menyambut 124 delegasi dari berbagai negara ini mempunyai makna persembahan kepada Dewi Sri yang merupakan lambang kesuburan bagi lahan pertanian khususnya padi.
"Persiapan pentas dari rejang kesari ini, warga Desa Jatiluwih mempersiapkan sebelum hari H, mereka berlatih selama dua minggu," ujarnya.
Selain disambut tarian rejang kesari para delegasi diajak berkeliling melihat areal persawahan hingga sistem perairan (subak) hingga melihat tata cara menumbuk padi.
"Mereka nampak terpukau melihat pemandangan persawahan dan sistem subak yang ada di objek Jatiluwih," ujarnya.
Ketut Purna mengaku, para delegasi ini berpendapat bahwa acara penyambutan dan penyuhuhan para delegasi di objek wisata Jatiluwih ini yang terbaik dari destinasi wisata lainnya yang ada di Bali.
"Para delegasi bilang penyuguhan dan penyambutan delegasi dari awal sampai hari ini di DTW Jatiluwih paling baik. Saya bersyukur mereka berpendapat seperti itu dan saya merasa bangga," imbuhnya.
Baca juga:
Pengeluaran per Delegasi Rp34 Juta, Transaksi Fair and Expo UMKM WWF 2024 Dibidik Rp1,5 Triliun
Sementara dengan adanya perhelatan World Water Forum di Bali berdampak positif bagi sektor pariwisata khususnya di objek wisata Jatiluwih.
"Dampak positif dari kunjungan WWF ini kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih meningkat," imbuhnya.
Dari data sebelum WWF perharinya kunjungan wisatawan mencapai 800 orang per hari. Sejak kedatangan delegasi kunjungan perhatinya mencapai 1.500 orang. Dari jumlah tersebut kenaikan kunjungan mencapai 50 persen," ucap Ketut Purna.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan