Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Tebarkan Ramuan Tradisional dan Tusuk Jarum
Batubulan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ratusan Warga Batubulan tumpah ruah ikut dalam pengobatan gratis yang digelar Organisasi Dharma Murti, salah satu organisasi yang bergerak di bidang pelestarian budaya dan ajaran Sapta Kanda Empat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat DPC Dharma Murti Gianyar, Banjar Denjalan, Batubulan, Sukawati, Gianyar Sabtu (26/7) diisi dengan pelbagai pengobatan gratis dengan cara deteksi penyakit dan pengobatan dengan cara tusuk jarum
(akupresure).
Bukan itu saja, dalam acara yang digelar Sabtu-Minggu (27/7) serta Sabtu-Minggu (3/8) ini juga diperkenalkan sejumlah ramuan obat tradisional yang terbuat dari rempah-rempah Bali serta memberikan pemahaman tentang pembuatan upakara spiritual Bali seperti pembuatan caru, sate tungguh, pelaksanaan sawa preteka, proses perkawinan serta usadha Bali.
Acara yang dihadiri oleh Pinisepuh Dharma Murti, Dewa Sudewa, serta pengurus DPC Dharma Murti Gianyar ini hadir ratusan warga untuk melakukan pengobatan. Prebekel Batubulan, Dewa Oka yang berkesempatan hadir dalam acara itu mengaku sangat antusias dengan memberikan pengobatan gratis kepada warganya.
Sementara itu, Pinisepuh Dharma Murti, Dewa Sudewa didampingi Ketua DPC Dharma Murti Gianyar, I Wayan Sudana serta sesepuh I Wayan Rambler memberikan support penuh kepada warga Batubulan yang antusias mengikuti pengobatan gratis ini.
“ Mudahan-mudahan dengan cara berbagi kepada sesama ini, Dharma Murti sebagai pelestari budaya Bali semakin dengan dekat dengan warga, “ ucapnya. Lebih jauh, kata Sudewa Sapta Kanda Empat adalah warisan leluhur kita yang memberikan pemahaman mengenai kehidupan kita bermasyarakat dengan baik dan benar.
Sapta sendiri adalah tujuh dan Kanda sendiri artinya tutur atau cerita dan empat adalah Cakrawala, empat penjuru mata angin, alam yaitu Buana Agung dan Buana Alit. Jadi Sapta Kanda Empat itu sendiri berarti tujuh tatwa tentang hakekat kehidupan. Kanda empat Butha, Nyama, Rare, Dewa Subiksa, Sari dan Moksa. " Mari kita bersama lestarikan warisan leluhur melalui ajaran Sapta Kanda Empat Dharma Murti, "kata Sudewa. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6013 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan