Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Tekan Ahli Fungsi Lahan, Desa Adat Seseh Wajibkan Kapling 5 Are
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dalam upaya menekan alih fungsi lahan serta menyeleksi orang masuk ke wilayah Desa Adat Seseh, Badung telah mengukuhkan Pararem khususnya mengatur Palemahan agar tetap terjaga.
Selain itu, aturan ini bertujuan agar warga yang masuk ke wilayah Desa Adat Seseh memang orang-orang berkualitas. Dalam artian, yakni orang memiliki wawasan tetang lingkungan atau datang membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Adat Seseh.
Disamping itu, ada persyratan bagi seseorang ingin mengapling tanah di Desa Adat Seseh yakni harus mengapling seluas 5 are atau lebih sesuai dengan Pararem ditetapkan Desa Adat Seseh saat ini.
"Seandainya lahan tersebut sudah kuning bisa dipakai perumahan itu ada rule-rule khusus mengatur tentang itu, minimal kita boleh mengkapling tanah itu 5 are saja," kata Bendesa Adat Seseh, Badung, I Wayan Bawa, Minggu (17/4) di Desa Adat setempat.
"Setidaknya, kami bisa belajar dari pendatang juga dan yang kedua dampak ekonominya, karena orang datang atau membeli kapling tersebut tentunya dapat membuka lapangan pekerjaan," jelasnya.
Dirinya mencontohkan, misalnya dari pengamatannya jika ada mengapling 1 are mungkin orang yang datang tersebut masih kelas bawah.
"Nantinya malah membuat lingkungan menjadi kumuh, orang tidak mengerti lingkungan kami tidak ingin seperti itu," cetusnya.
Di Desa Seseh sangat konsen terhadap masalah lingkungan dan telah mulai menata lingkungan bagi pendatang mau membuat rumah serta ingin mengurus IMB harus menandatangani semacam MOU, bahwa akan membuat pengolahan limbah tidak boleh membuang limbah ke sungai.
"Kami sudah membuat pararem dan kami juga sudah sosialisasikan. Misal ada yang akan membuat restoran mereka sudah tahu harus membuat pengolahan limbah. Hal ini akan di cek secara continue jangan sampai mereka membuang limbah itu ke sungai walaupun mereka dekat dengan sungai," pungkas Bawa.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 641 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 526 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan