Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Terbukti Tahan Angin Puting Beliung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah-tengah deraan bencana alam yang kian sering terjadi seperti gempa bumi dan angin puting beliung, pilihan penggunaan atap ringan namun berkualitas adalah solusi yang tepat. Karena selain tak gampang ambruk, atap yang kokoh juga menghindarkan penghuninya dari ancaman tertimpa reruntuhan atap bangunan.
Atap ringan yang kuat akhirnya menjadi solusi yang tepat bagi bangunan modern termasuk di Indonesia. Tren ini makin berkembang ketika bencana gempa dan Puting Beliung sering melanda Indonesia, ujar Wakil Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Pusat, Ir. Bambang Barata, pada acara presentasi produk Onduline,
produsen atap ringan asal Prancis di sela-sela rapat kerja daerah IAI Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (15/11).
Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendampingan dalam menyosialisasikan produk atap yang berkualitas yang memiliki berbagai keunggulan, seperti anti karat, anti lumut, tak bersuara, ramah lingkungan dan tahan panas bahkan anti bocor sampai 20-30 tahun.
Di Indonesia, produk ini sudah hadir sejak 2 tahun lalu, dan di Bali sendiri baru setahun lalu. Produk Onduline ini sangat diminati di Aceh, terutama masa rehabilitasi pasca bencana tsunami dan angin kencang. Sedikitnya sudah ada sekitar 7.000 unit rumah yang menggunakan atap jenis ini di bumi Tanah Rencong tersebut.
Atap ini sudah terbukti tahan terhadap tiupan angin kencang berkecepatan 192 km/jam, dan juga tahan terjangan angin puting beliung, ujar Lucas Ardhana, Sales Manager PT Onduline. Ketahanan itu karena pemasangannya menggunakan paku khusus berulir.
Menurut Lucas, produk Onduline ini ramah lingkungan yang terbuat dari bahan baku serat alam dan aspal, yang limbahnya tidak beracun. Jadi aman untuk kesehatan,ujarnya.
Saat ini Onduline sudah ancang-ancang membuat pabrikdi Indonesia, seiring kian meningkatnya permintaan pasar.
Dari permintaan pasar sat ini, kata Lucas, produk ini lebih banyak digunakan kaum ekspatriat karena mereka sudah familiar dengan produk ini. "Begitu mereka tahu ada produk ini, mereka langsung tertarik," ujar Lucas.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3212 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 712 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 663 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman