Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




I Gusti Ayu Badri, 97 Tahun Menjaga Keluarga dan Warisan Ida Bagus Mantra

Selasa, 8 September 2026, 09:54 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/I Gusti Ayu Badri, 97 Tahun Menjaga Keluarga dan Warisan Ida Bagus Mantra.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bali kembali kehilangan salah satu tokoh perempuan yang menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan dan sosial-politik modern Pulau Dewata. 

I Gusti Ayu Badri, istri mendiang mantan Gubernur Bali Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda mantan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berpulang pada usia 97 tahun. I Gusti Ayu Badri mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 5 September 2026, sekitar pukul 15.00 WITA di Bali Royal Hospital (BROS), Denpasar.

Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan bagi keluarga besar, kalangan akademisi, serta masyarakat Bali. Kerabat dekat keluarga, Komang Suarsana, turut mengabarkan kepergian mendiang melalui media sosial sekaligus mengenang perjalanan panjang I Gusti Ayu Badri sebagai sosok yang memberikan dukungan bagi pengabdian suaminya.

Setia Mendampingi Ida Bagus Mantra

Semasa hidupnya, I Gusti Ayu Badri dikenal sebagai pendamping utama Ida Bagus Mantra dalam perjalanan pengabdian yang berkaitan erat dengan pendidikan dan kebudayaan Bali.

Kehadiran I Gusti Ayu Badri tidak hanya berada dalam lingkup keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sosial sang suami ketika menjalankan berbagai tugas di tingkat daerah maupun nasional. Ia dikenal konsisten menjaga nilai-nilai tradisi Hindu-Bali di tengah perkembangan dan modernisasi Pulau Dewata.

Perjalanan tersebut antara lain berlangsung ketika Ida Bagus Mantra merintis pendidikan tinggi di Bali melalui pendirian Fakultas Sastra cabang Universitas Airlangga pada 1958. Lembaga pendidikan tersebut kemudian berkembang menjadi Universitas Udayana pada 1962 dan berdiri secara mandiri pada 1964.

Ida Bagus Mantra kemudian dipercaya sebagai Rektor Pertama Universitas Udayana pada periode 1964 hingga 1968. Dalam masa tersebut, I Gusti Ayu Badri turut mendampingi perjalanan keluarga di lingkungan akademik Denpasar.

Pengabdian itu berlanjut ketika Ida Bagus Mantra dipercaya menjalankan tugas sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia selama satu dasawarsa, pada 1968 hingga 1978. I Gusti Ayu Badri kembali mendampingi sang suami ketika Ida Bagus Mantra dipercaya memimpin Bali sebagai gubernur selama dua periode, 1978-1988.

Setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra mendapat penugasan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk India pada 1989 hingga 1992. Pengabdian terakhirnya berlangsung sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia pada 1993 hingga 1995.

Lima Putra-Putri

Pernikahan Ida Bagus Mantra dan I Gusti Ayu Badri dikaruniai lima putra-putri. Anak-anak mereka kemudian meneruskan pengabdian di berbagai bidang, termasuk kemasyarakatan, akademik, dan pemerintahan.

Putri sulung, Ida Ayu Wijayanti, dikenal memiliki peran dalam menjaga tradisi dan keutuhan keluarga besar. Putra kedua, Dr. Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, merupakan akademisi sekaligus profesional yang lahir di Jakarta pada 20 Mei 1958. Putra ketiga, Ida Bagus Oka Udayana, telah berpulang lebih dahulu. Keluarga juga kehilangan putra keempat, Ida Bagus Gde Wirawibawa Mantra, yang berpulang pada 26 Agustus 2023 di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Sementara itu, putra bungsu mereka, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., atau yang dikenal sebagai Rai Mantra, meneruskan kiprah keluarga di pemerintahan. Tokoh kelahiran 30 November 1967 tersebut pernah menjabat sebagai Wali Kota Denpasar periode 2008-2021 dan kini aktif sebagai tokoh politik Bali.

Kepergian I Gusti Ayu Badri menjadi kehilangan bagi keluarga besar sekaligus menandai berakhirnya perjalanan hidup salah satu sosok yang selama puluhan tahun mendampingi Ida Bagus Mantra dalam berbagai fase pengabdian.

Pelebon I Gusti Ayu Badri Digelar 13 September

Setelah berpulang, keluarga telah menyiapkan rangkaian upacara keagamaan dan adat sebagai penghormatan terakhir bagi I Gusti Ayu Badri.

Berdasarkan Pangeling-Eling yang disampaikan putra bungsunya, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, seluruh rangkaian Karya Palebon akan dilaksanakan secara bertahap. Rai Mantra bertindak sebagai Pengajeng Karya atau penanggung jawab upacara.

Prosesi awal berupa Nyiramin atau Melelet dijadwalkan pada Rabu, 9 September 2026, mulai pukul 15.00 WITA di Griya Sebasari, Renon, Denpasar. Selanjutnya, upacara Ngajum atau Pengaskara Memeras akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.00 WITA di Griya Sebasari, Renon.

Puncak rangkaian upacara, yakni Pelebon atau Ketunon, dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026. Prosesi pemberangkatan jenazah menuju tempat kremasi suci direncanakan dimulai pukul 13.00 WITA dari Tanjung Bungkak, Segara Sanur.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami