Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Tiga Hari Berlalu, Turki Masih Blokir Instagram
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pengguna Instagram di Turki kembali tak bisa mengakses jaringan media sosial tersebut karena diblokir untuk tiga hari berturut-turut. Peristiwa ini menyusul tuduhan penyensoran terhadap perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu dari seorang pejabat tinggi Turki.
Melansir AFP, pada Jumat (2/8) silam, badan komunikasi BTK mengumumkan di situs bahwa platform milik Meta telah dibekukan, tanpa memberikan alasan apa pun.
Namun Menteri Transportasi dan Infrastruktur Abdulkadir Uraloglu pada hari yang sama mengatakan bahwa Instagram telah mengabaikan tuntutan pemerintah untuk menghapus unggahan tertentu.
"Negara kami memiliki nilai dan kepekaan. Meskipun kami telah memperingatkan, mereka tidak mengurus konten kriminal," ujar Uraloglu.
"Kami memblokir akses. Jika mereka menaati hukum kami, kami akan mencabut larangan tersebut."
Sementara pada Rabu (31/7), direktur komunikasi presiden, Fahrettin Altun, menuduh Instagram mencegah warga Turki mengunggah pesan belasungkawa untuk pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.
"Ini adalah upaya kecaman yang sangat jelas dan nyata," kata Altun di X.
Haniyeh, pemimpin politik kelompok Islam Palestina Hamas dan sekutu dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tewas di Teheran yang diduga dilakukan oleh Israel.
Erdogan menetapkan hari berkabung nasional untuk mengenang Haniyeh, sosok yang berperan penting dalam negosiasi untuk mengakhiri agresi Israel yang telah berlangsung selama hampir 10 bulan di Gaza.
Sumber anonim BTK membantah bahwa penutupan akses disebabkan oleh Instagram yang memblokir unggahan tentang Haniyeh. Kepada situs web Medyascope, sumber juga mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh "penghinaan terhadap Ataturk", pendiri Turki modern.
Partai oposisi sosial demokrat dan nasionalis, serta para profesional di bidang hukum mengajukan petisi ke pengadilan pada Jumat malam agar pembekuan dicabut.
Menurut media Turki, 50 juta dari 85 juta penduduk negara itu memiliki akun Instagram.
Ini bukan pertama kalinya pemerintah Turki memblokir sementara akses ke situs media sosial, termasuk Facebook, X, dan Wikipedia. Pemerintah Erdogan acap kali dituduh membungkam kebebasan berekspresi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan