Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Tiket Bus Yogya-Semarang Naik Rp 30 Ribu
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tak mau ditinggal oleh kenaikan harga BBM, perusahaan pengelola transportasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga tak mau kalah menaikkan tarif tiketnya. Misalnya untuk jurusan Denpasar-Yogyakarta dan Denpasar-Semarang, mulai Rabu (28/5) besok, tarifnya naik Rp 30 ribu.
“Ya, terhitung mulai Rabu besok, tarif tiket bus ke Yogyakarta dan Semarang kami naikkan Rp 30 ribu. Yakni dari Rp 185 ribu menjadi Rp 215 ribu,” ujar Undari, petugas di bagian tiket perusahaan PO bus Safari Dharma Raya di Jalan Diponegoro Denpasar, saat dihubungi Selasa (27/5).
Sedangkan untuk jurusan Denpasar-Jakarta, kata Undari, sampai saat ini belum ada perubahan tarif, dalam arti masih menerapkan harga lama yakni Rp 300 ribu. Menurut Undari, hingga hari ini, jadwal keberangkatan busnya ke Yogyakarta dari Denpasar masih tetap berlangsung 3 kali sehari, sedangkan ke Semarang dari Denpasar hanya 1 kali dalam satu hari.
Sebelumnya, tarif bus untuk jurusan Denpasar-Surabaya dan Denpasar-Malang juga sudah naik sampai 20%. Seperti yang dilakukan bus Gunung Harta, jurusan ke Surabaya naik dari Rp 120 menjadi Rp 145 ribu. Begitu juga halnya ke Malang. Kenaikannya sudah di lakukan bersamaan dengan kenbaikan BBM.
“Begitu harga BBM naik, kami juga langsung menaikkan tarif tiket,” ujar Surya, karyawan di bagian ticketing PO bus Gunung Harta di Denpasar, Selasa (27/5). Menurut Surya, pasca kenaikan tarifnya ternyata tidak mempengaruhi jumlah penumpangnya. (sss)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman