Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Titik Hotspot di Kalbar Naik Drastis dari 150 Jadi 827
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaporkan peningkatan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) seiring dengan berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga:
Gempa 5,7 Guncang Tapanuli Utara, Sumut
BMKG mengimbau masyarakat di Kalbar untuk tetap waspada terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah hotspot di tengah rendahnya curah hujan.
"Berdasarkan data terbaru, jumlah hotspot di Kalbar melonjak dari 150 titik pada Kamis (12/9/2024) pukul 23.00 WIB menjadi 827 titik pada Jumat (13/9/2024) pukul 23.00 WIB," kata Prakirawan cuaca BMKG Supadio Pontianak, Asyrofi di Pontianak, Sabtu (15/9) disitat dari Antara.
Kenaikan ini dilaporkan oleh BMKG Kelas 1 Supadio Pontianak yang mencatat sebaran 827 hotspot di 10 kabupaten di Kalbar. Dari total tersebut, 21 hotspot memiliki tingkat kepercayaan rendah, 777 masuk dalam kategori sedang, dan 29 termasuk dalam kategori tinggi.
Asyrofi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Ketapang mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 425 titik, disusul oleh Sintang dengan 157 titik, Sanggau 106 titik, dan Landak sebanyak 50 titik.
Kabupaten lainnya yang juga terdampak antara lain Sekadau dengan 38 titik, Melawi 31 titik, Kapuas Hulu 16 titik, serta Bengkayang dengan 2 titik, sementara Mempawah dan Kubu Raya masing-masing mencatat 1 titik hotspot.
"Empat wilayah lain, yaitu Kota Pontianak, Singkawang, Sambas, dan Kayong Utara, hingga saat ini belum terdeteksi hotspot," tuturnya.
Asyrofi menjelaskan bahwa peningkatan drastis jumlah hotspot di Kalbar disebabkan oleh menurunnya curah hujan di wilayah tersebut.
Menurut dia, hingga 20 September 2024 mendatang, wilayah Kalbar diperkirakan akan terus mengalami cuaca cerah berawan dengan peluang hujan yang sangat rendah. Kondisi ini memungkinkan kemunculan lebih banyak hotspot, terutama di daerah-daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan.
"Kami perkirakan potensi hujan ringan hingga sedang baru akan terjadi pada akhir September di beberapa wilayah Kalbar. Namun, kepastian tersebut masih menunggu pembaruan data cuaca terkini," kata Asyofi.
Dia menambahkan berdasarkan pengolahan data Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMAP) selama 24 jam terakhir yang diperbarui pada 13 September 2024 pukul 23.00 WIB, sebagian besar wilayah Kalbar dilaporkan mengalami cuaca cerah berawan.
Hujan dengan intensitas ringan (0-20 mm/hari) hanya tercatat di sebagian kecil wilayah Kabupaten Sanggau, Landak, dan Kapuas Hulu. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang (21-50 mm/hari) terjadi di beberapa wilayah lainnya, dan hujan lebat (51-100 mm/hari) terpantau di area yang sangat terbatas. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan