Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Tol Gilimanuk-Mengwi Tahap Riveu Desain, Seksi Gilimanuk-Pekutatan Diganti Jalan Nasional
bbn/ilustrasi/Tol Gilimanuk-Mengwi Tahap Riveu Desain, Seksi Gilimanuk-Pekutatan Diganti Jalan Nasional.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabar terbaru mengenai proyek strategis Tol Gilimanuk-Mengwi mulai menemui titik terang. Pemerintah memastikan proyek konektivitas yang menghubungkan wilayah barat dan selatan Pulau Bali tersebut tetap dilanjutkan, meskipun konsep pembangunannya mengalami penyesuaian dari rencana awal.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa saat ini proyek Tol Gilimanuk-Mengwi masih berada dalam tahap peninjauan atau review desain. Pemerintah menargetkan proses finalisasi desain dapat rampung pada tahun 2026 sehingga tahapan berikutnya bisa segera dijalankan.
"Masih berproses, saat ini masih tahap review desain ya, harapan tahun ini, final desain sudah selesai, tahun depan diharapkan sudah mulai proses tender," kata Dody saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Selasa (2/6/2026).
Meski proyek tetap berjalan, skema pembangunan mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya ruas Tol Gilimanuk-Mengwi dirancang membentang penuh dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Mengwi, kini proyek akan mengombinasikan jalan tol dan jalan nasional yang ditingkatkan kapasitasnya.
"Enggak jadi full ya, kepotong, jadi Sebagian jalan nasional, Sebagian jalan tol, cuma detailnya saya enggak paham berapa kilometer yang pakai jalan nasional, berapa kilometer yang pakai tol. Biasanya ada di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur," lanjut Dody.
Perubahan konsep tersebut dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi minat investasi terhadap proyek. Sejumlah investor disebut lebih tertarik pada ruas tol yang dinilai memiliki potensi lalu lintas dan kelayakan ekonomi lebih tinggi dibandingkan ruas lainnya.
"Sehingga akhirnya dipotong dua, ada jalan nasional, ada tol, karena enggak banyak peminatnya. Tapi yang banyak peminatnya tetap jalan tol," jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi nantinya akan difokuskan pada Seksi II ruas Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer dan Seksi III ruas Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.
Sementara itu, Seksi I yang menghubungkan Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer tidak lagi direncanakan sebagai jalan tol. Ruas tersebut akan tetap menggunakan jalan nasional yang direvitalisasi dan ditingkatkan kapasitasnya untuk mendukung kelancaran arus transportasi dari dan menuju Bali Barat.
Keputusan tersebut dinilai menjadi solusi agar proyek tetap dapat berjalan di tengah tantangan pendanaan dan keterbatasan minat investor. Dengan kombinasi jalan tol dan jalan nasional yang diperluas, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Bali tetap meningkat tanpa mengorbankan keberlanjutan investasi.
Mengacu pada rencana yang telah disusun sebelumnya, pembangunan fisik Tol Gilimanuk-Mengwi diperkirakan berlangsung pada periode 2028 hingga 2029. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, ruas tol tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2031 dan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Bali. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5668 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2523 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan