Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Tongkat Berkepala Ular Gegerkan Sukawati
Sukawati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Warga Tengkulak Kelod, Mas, Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Rabu (3/9) digegerkan dengan tumbuhnya kayu mirip tongkat berkepala ular di atas lahan Pura Beji Dalem setempat.
Tidak hanya warga, jajaran Mapolsektif Sukawati dan dua Peranda juga turun ke lapangan untuk melakukan cross check terkait dengan keajaiban ini.
Bentuknya mirip tongkat, berkepala ular dan konon tongkat ini sendiri secara niskala merupakan tongkat yang dimiliki oleh Pepatih Ratu Dalem, Ratu Nyoman Pemadangan dan tongkat ini sendiri sempat digunakan oleh Ki Pasunggeligis pada saat perjuangan mempertahankan negara RI.
Wujud Pepatih Ratu Dalem ini badannya sangat besar, memakai ikat kepala merah putih dan saput poleng (kain hitam putih) serta berisi sisik berwarna merah putih di bawah pelipis mata.
Demikian wujud serta pewisik yang dirasakan oleh Mangku Pura Beji, Jero Mangku Ketut Soma ketika bersemadi pada hari Raya Kuningan malam disamping Tongkat ajaib tersebut.
“Pagi harinya bertepatan dengan hari Raya Kuningan, kami melakukan gotong-royong dan ketika melakukan bersih-bersih, kami menemukan batang pohon aneh mirip tongkat tumbuh, kami penasaran, malam harinya meditasi dan benar ada sesuatu yang aneh perihal tumbuhnya tongkat ini,“ ujar Jero Mangku ketika ditemui Beritabali.com di lokasi.
Tongkat ini dimiliki oleh Pepatih Sesuhunan Pura Dalem, bukan datang dari firasatnya sendiri, pernyataan yang sama juga disampaikan oleh dua Pedanda yakni Pedanda Griya Kemenuh dan Ida Pedanda Griya Ketewel yang datang langsung ke lokasi, Rabu (3/9).
Kedua peranda (pendeta Hindu) ini menjelaskan hal yang sama seperti apa yang dirasakan serta didengar Jero Mangku ketika melakukan meditasi di tempat tumbuhnya tongkat itu sendiri.
“Dua peranda ini juga menekankan agar warga Tengkulak melakukan pembersihan Sesuhunan yang dimiliki oleh Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Dalem di Pura Beji tersebut, dan memang pembersihan ini tak pernah dilakukan,“ ujar Jero Mangku.
Sementara itu, Pura Dalem yang terletak hampir 100 Meter dari Pura Beji saat ini sedang melangsungkan upacara sejak hari Minggu (31/8) lalu tepatnya pada hari Raya Umanis Kuningan. Terkait dengan kemunculan tongkat ajaib ini sendiri menambah khusuk persembahyangan dari warga setempat.
Bukan itu, saja sampai saat ini banyak warga dari pelbagai pelosok melihat keberadaan kayu mirip tongkat berkepala ular tersebut. Kini, tempat tumbuhnya kayu tongkat berkepala ular ini sendiri dibuatkan tempat suci sebuah pelinggih. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2350 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan