Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
"Totem Baru Untuk Ibu"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Perupa Wayan Kun Adnyana, menggelar pameran tunggal bertajuk "New Totems for Mother" untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional. Bertempat di Gaya Art Space, Ubud, belasan karya tergresnya, mulai hari ini pukul. 19.00 Wita, hingga 2 Juni 2008, siap menyapa publik seni di Bali. Dalam pameran tunggal kedua perupa yang juga dosen seni rupa ISI Denpasar itu, terlihat perkembangan yang sangat sangat menyolok dari karya-karya Kun kini, dibanding sepuluh tahu lalu, yakni ke arah olah artistik yang lebih menekankan pada eksplorasi teknik drawing (gambar).
Sementara dalam hal tematik, peraih penghargaan Widya Pataka bidang penulisan kritik seni rupa ini, menggali khasanah pemahaman tentang Ibu; ibu yang diidentikkan dengan bumi, ibu sebagai asal mula dan kesuburan kehidupan, dengan metafora dan simbol-simbol baru. Putu Wirata Dwikora, kurator pameran ini mengungkapkan, mencermati perkembangan karya Kun di banding eksplorasi perupa ini di akhir 90-an lalu, nampak bergerak dari yang awalnya mengeksplorasi figurasi yang berkisah seputaran erotisme dan hedonisme manusia, belakangan lebih pada penyusuran ke arah wacana lebih mendalam, ke arah penggalian makna baru, dan juga sikap kritis tentang kesungguhan kita menghormati ibu kita sendiri.
"Kun menyampaikan otokritik lewat karya-karya seni rupa, tentang bagaimana penghormatan pada ibu baru pada tingkatan upacara dan perayaan. Kun menyentakkan kesadaran kita dengan objek-objek menyerupai pallus dan venus dalam kondisi tertusuk peniti,"urai kritikus seni rupa itu sambil menunjuk hadirnya peniti secara menyolok di kanvas-kanvas Kun.
Kun sendiri mengaku, penelusuran tentang bagaimana manusia menghormati Ibu, sesungguhnya telah berlangsung sejak manusia nomaden hidup di bumi ini sekitaran 30.000 tahun sebelum masehi. Mereka membuat patung-patung venus berukuran mini, dengan visual melebih-lebihkan alat genetikalnya, hanyalah untuk menerangkan bahwa Ibu adalah asal. "Kajian kepustakaan akan berbagai artefak kebudayaan lama berupa patung venus, dan juga patung lingga-yoni inilah, saya dalam lima tahun belakangan intensif menggali kemungkinan artistik untuk berkisah soal Ibu, dalam berbagai uraian makna yang melingkupinya," terang Kun memberi alasan.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan