Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Transisi Pendidikan Paud-SD, Disdikpora Badung Gelar Sosialisasi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, Senin (13/6), menggelar seminar penguatan masa transisi belajar dari Paud-SD. Pelaksanaan seminar ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengangkat tema ‘Diseminasi penguatan Transisi Paud – SD Yang menyenangkan’.
Dalam pelaksanaan di Ruang Rapat Kertha Gosana, Kantor Bupati Badung ini diikuti oleh peserta 150 guru SD, 100 guru Paud.
Baca juga:
Badung Mulai Kembangkan Bawang Merah
Kabid Pendidikan Sekolah Dasar, Disdikpora Badung Rai Twistyanti Raharja mengatakan, pelaksanaan seminar ini karena maraknya pandangan yang kurat tepat terkait transisi siswa dari Paud ke SD. Dimana yang berkembang adalah para siswa harus bisa membaca saat sudah masuk ke SD. Sehingga Kemendikbud mengeluarkan program-program salah satunya adalah seminar transisi tersebut.
“Jadi nanti anak-anak saat naik dari Paud ke SD akan diberikan waktu dua minggu untuk masa transisi. Ini adalah untuk anak-anak tidak langsung belajar dari buku, tapi anak-anak belajar baca tulis yang lebih menyenangkan. Begitu juga di Paud anak-anak akan diajarkan sesuai dengan usianya jadi tidak memaksa yang penting anak-anak memiliki pondasi untuk penguatan karakter pada anak-anak," ujar Rai Twistyanti.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan lanjutan dari program sebelumnya dilaksanakan pelatihan sebanyak dua kali. Dimana pelatihan diberikan kepada kepada guru-guru dan sosialisasi kepada Kepala Sekolah.
Baca juga:
Satpol PP Badung Mulai Bongkar Tower Bodong Tahap II, Hari Pertama Sasar Wilayah Kuta Utara
“Setelah ini akan dilanjutkan dengan program road show ke masing-masing kecamatan dengan target bukan hanya guru saja, tapi juga orang tua akan diberikan pemahaman-pemahaman supaya kita semua berada pada halaman yang sama. agar bisa sama-sama memahami apa sih esensi Transisi Paud-SD,” jelasnya seraya berharap para guru dapat menyampaikan kepada masyarakat terkait adanya program tersebut.
Kabid Pendidikan Paud dan PNF, Disdikpora Badung, Wayan Wirawan menjelaskan, pendidikan kepada anak-anak di tingkat Paud adalah membangun kemampuan pondasi. Meliputi kemampuan sosial emosional, literasi dan numerasi dasar, memiliki ahlak dan moral, bernalar kritis, serta memiliki wawasan cara berkomunikasi dengan orang lain.
“Itulah yang paling penting dibangun. Ketika nanti di SD, kelas I dan II itu masih dalam masa transisi mereka masih diajarkan bagaimana ketika di Paud anak-anak menyesuaikan,” jelas Wirawan.
Pihaknya pun berharap guru SD kelas I dan II dapat untuk mengintegrasi pembelajaran awal. Bukan serta merta siswa diajarkan secara langsung seperi di kelas lainnya. Sehingga para siswa diberikan pembelajaran dengan cara bermain atau bercerita.
“Itu tujuan kita melakukan transisi dari Paud-SD ini. Dan kemudian di masyarakat tidak ada lagi miss konsepsi, baik dari orang tua, pemerhati pendidikan, atau yayasan,” imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4587 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2394 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2052 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1650 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1090 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun