Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 15 September 2026
Tumpek Kandang, Desa Kukuh Ngerebeg Gebogan Buah
Minggu, 27 November 2016,
07:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Desa Pakraman Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, untuk kedua kalinya menggelar upacara ngrebeg gebogan woh-wohan (gunungan buah) di Pura Dalem Kahyangan Kedaton pada Saniscara Kliwon Uye atau Tumpek Kandang, Sabtu (26/11).
Dibanding enam bulan lalu, jumlah gebogan yang digunakan sesaji lebih meningkat. Selain Desa Pakraman Kukuh yang buat gebogan woh-wohan setinggi 2 meter, Kelompok Pedagang Alas Kedaton (KPAK) berpartisipasi dengan menghaturkan 10 gebogan alit.
Sebelum prosesi ngrebeg dimulai, Pamangku Pura Dalem Kahyangan Kedaton, I Ketut Sudira memimpin upacara ngotonin wre (kera) penghuni Alas Kedaton ( Alaska ). Selanjutnya sembahyang bersama prajuru Desa Pakraman Kukuh, Kelian Adat se-Desa Kukuh, Perbekel Kukuh dan Kelian Dinas se-Desa Kukuh serta pengurus dan anggota KPAK.
Usai persembahyangan digelar upacara ngrebeg di jaba tengah Pura Dalem Kahyangan Kedaton. Prosesi ngrebeg lengkap dengan bebandrang, tedung, dan lelontek. Di belakangnya berjejer belasan anggota KPAK yang membawa geboban. Iring-iringan terakhir gebogan setinggi 2 meter. Iring-iringan ini mengitari areal pura sebanyak tiga kali. Setelah itu, dilanjutkan ngerebeg di jaba sisi atau areal parkir. Usai ngerebeg, gebogan ditempatkan di tengah-tengah areal parkir. Sejumlah wre langsung mendekat untuk berebut buah.
Bendesa Adat Kukuh, I Gede Subawa mengatakan, ngerebeg gebogan woh-wohan merupakan impelentasi Tri Hita Karana, khususnya palemahan yakni hubungan manusia dengan lingkungan alam. Diterangkan, pada Saniscara Kliwon Uye merupakan upacara memuliakan sato (hewan) baik piaraan maupun hewan liar.
“Kami punya kera dan kelelawar di Alas Kedaton, kami gelar upacara otononan untuk binatang tersebut,” ungkap Subawa.
Sementara ngrebeg woh-wohan buat kedua kalinya merupakan naur sesangi untuk mengembalikan kejayaan Alas Kedaton. Pada era tahun 1990-hingga tahun 2001, Alas Kedaton menjadi objek wisata favorit dengan kunjungan per hari rata-rata 5.000 wisatawan.[nod/psk]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5059 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3425 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2165 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 878 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026