Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Tutup 24 Jam Saat Nyepi, Pemudik Lewat Padangbai Dihimbau Berangkat Lebih Awal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pemudik yang hendak melalui Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, pada Lebaran tahun ini dihimbau untuk melakukan perjalanan lebih awal. Hal ini dikarenakan pelabuhan akan mengalami penutupan total selama 24 jam pada Hari Raya Nyepi, Sabtu (29/3/2025).
"Kalau bisa masyarakat untuk bisa mudik lebih awal," ujar Manajer ASDP Padangbai, Andri Matte, baru-baru ini.
Meski begitu, petugas tetap akan disiagakan di pelabuhan pada Minggu (30/3/2025) malam untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang saat malam takbiran menuju Pelabuhan Lembar, NTB, maupun sebaliknya.
Pihak ASDP memperkirakan puncak arus mudik di Pelabuhan Padangbai akan terjadi pada Kamis (27/3/2025) hingga Jumat (28/3/2025) karena bertepatan dengan persiapan Hari Raya Nyepi.
Sementara itu, hingga Senin (17/3/2025) sore, situasi di Pelabuhan Padangbai masih terpantau landai dengan aktivitas penyeberangan yang normal. Kedua dermaga berfungsi dengan baik, dan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sebanyak 21 kapal telah disiapkan oleh pihak ASDP.
Pemudik diharapkan mengikuti imbauan ini guna menghindari kepadatan dan kelancaran perjalanan selama musim mudik Lebaran 2025.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2314 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1942 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun