Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 28 Mei 2026
Ukraina Mulai Menggila, Putin Beri Pasukannya Perintah Khusus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Vladimir Putin pada memerintahkan penguatan perbatasan Rusia dan menginstruksikan layanan khusus untuk menjaga kontrol yang lebih besar terhadap masyarakat dan untuk memastikan keselamatan orang-orang di wilayah di Ukraina yang diklaim Moskow sebagai miliknya.
"Pekerjaan harus diintensifkan melalui dinas perbatasan dan Dinas Keamanan Federal (FSB)," kata Putin seperti dilaporkan kantor berita RIA dan dikutip Reuters, Selasa (20/12/2022).
"Dan itu (perbatasan) harus ditutupi dengan andal. Setiap upaya untuk melanggarnya harus digagalkan dengan cepat dan efektif menggunakan kekuatan dan sarana apapun yang kita miliki, termasuk unit aksi bergerak dan pasukan khusus."
Berbicara pada Hari Layanan Keamanan, yang dirayakan secara luas di Rusia, Putin menginstruksikan layanan untuk meningkatkan kontrol masyarakat dan memaksimalkan "penggunaan potensi operasional, teknis, dan personel" mereka untuk mencegah risiko yang datang dari luar negeri dan pengkhianat internal.
"Ketenangan maksimum, pemusatan kekuatan sekarang diperlukan dari badan-badan kontraintelijen, termasuk intelijen militer," kata Putin, dilansir kantor negara TASS. "Penting untuk menekan tindakan dinas khusus asing, dengan cepat mengidentifikasi pengkhianat, mata-mata, dan penyabotase."
Dia juga mengatakan bahwa itu adalah tugas layanan khusus untuk memastikan keselamatan orang-orang yang tinggal di daerah di Ukraina yang diklaim Moskow pada September sebagai milik mereka, namun oleh Kyiv dan sekutu Baratnya disebut sebagai aneksasi ilegal.
"Adalah tugas Anda untuk melakukan semua yang diperlukan untuk memastikan keamanan mereka secara maksimal, menghormati hak dan kebebasan mereka," kata Putin, sembari menjanjikan mereka lebih banyak peralatan dan senjata modern.
Adapun, masih belum ada tanda-tanda perang berakhir yang sudah memasuki bulan ke-10. Konflik tersebut, yang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua, telah menewaskan puluhan ribu orang, mengusir jutaan orang dari rumah mereka, dan menghancurkan kota-kota menjadi reruntuhan.
Moskow menyebut invasinya sebagai "operasi khusus" untuk denazifikasi dan demiliterisasi tetangganya. Kyiv dan sekutunya di Barat menyebutnya sebagai tindakan perampasan tanah yang tidak beralasan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2217 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2103 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1557 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1445 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli