Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Usaha Angkutan Bus AKAP ‘Babak Belur’
Ubung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejak satu tahun terakhir, usaha angkutan bus antar kota antar propinsi (AKAP) yang beroperasi di Terminal Ubung Denpasar ada dalam kondisi memprihatinkan. Akibat sepinya penumpang ditambah biaya operasional serta perawatan yang tinggi, banyak bus yang dikandangkan alias tidak beroperasi lagi.
Dari data yang berhasil diperoleh beritabali.com di kantor Terminal Ubung, terdapat banyak perusahaan bus dengan trayek antar kota antar propinsi (AKAP) yang sudah tidak mengoperasikan busnya, hingga setengah dari jumlah armada yang beroperasi sebelumnya.
Perusahaan bus Safari Darma Raya tujuan Denpasar-Jakarta misalnya, dari 23 bus yang beroperasi sebelumnya, kini hanya 10 bus yang masih beroperasi. Kondisi serupa juga dialami perusahaan bus Lorena, dari 8 bus menjadi 4 bus, Kramat Jati dari 6 menjadi 3 bus, Pahala Kencana dari 12 menjadi 6 bus, dan beberapa perusahaan bus lain yang mengalami nasib serupa.
Kondisi yang sama juga terjadi pada trayek lainnya, seperti trayek Denpasar-Jogjakarta dan Denpasar-Jember.
Untuk trayek Denpasar-Jogjakarta, bus Safari Dharma Raya yang dulunya mengoperasikan 14 bus, kini hanya mengoperasikan 7 bus. Sisanya sudah tidak beroperasi lagi sejak 1 tahun terakhir.
Sementara untuk trayek Denpasar-Jember, bus AKAS yang dulunya mengoperasikan hingga 32 bus, kini hanya mengoperasikan setengahnya atau 16 bus.
“Susah sekarang pak, beda dengan dulu. Dulu penumpang datang sendiri, kita sampai kewalahan. Sekarang bus sering kosong dan terpaksa cari penumpang di jalan biar kita tidak rugi. Apalagi sekarang solar harganya naik lagi, kita jadi tambah susah,” kata Wayan Sugiantara, pengurus bus Dahlia jurusan Denpasar-Jember.
“Kondisi angkutan bus sekarang amat memprihatinkan. Dulu tahun 90-an, supir dan kernet bus hanya duduk-duduk santai di terminal, busnya sudah penuh. Penumpang waktu itu sangat ramai. Kini penumpang sangat sepi, susah cari penumpang, apalagi BBM naik terus, kondisi perusahaan bus akan tambah memprihatinkan, ” jelas Kepala Terminal Ubung, Made Artama kepada beritabali.com.
Pasca kenaikan harga BBM, rata-rata supir bus maupun agen penjual tiket yang ditemui beritabali.com mengeluh. Penumpang bus yang sebelumnya sudah sepi, kini menjadi tambah sepi. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan