Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Usai Kasus Bayi Dikubur di Penunggu Karang, Warga Batubulan Gelar Mecaru
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kasus bayi dikubur di penunggu karang di rumah majikan di Jalan Subak Belaki, Batubulan Kangin, Sukawati, membuat krama desa setempat menggelar upacara Mecaru. Upacara ini digelar untuk menetralisir pengaruh negatif akibat kejadian tersebut.
Kepala Dusun Banjar Puseh Desa Batubulan Kangin, I Ketut Arya Suantara, mengatakan mengetahui adanya mayat bayi dikubur dalam rumah kontrakan setelah menerima informasi dari petugas medis.
"Kami dihubungi oleh petugas medis. Bahwa ada perempuan yang melahirkan tanpa ada pertolongan, mayat bayi dikubur dalam rumah," jelasnya.
Setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya bersama Babhinkamtibmas dan Polsek Sukawati langsung mendatangi lokasi. Bersama sang majikan berinisial R, mereka melakukan pencarian hingga menemukan gundukan mencurigakan di area rumah.
"Memang benar yang bersangkutan tinggal disini sebagai ART. Asalnya dari Lombok Timur," jelasnya.
Oleh karena kejadian itu bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, hasil koordinasi dengan prajuru desa memutuskan agar di lokasi segera dilakukan upacara pecaruan.
"Supaya wilayah ini tidak cemer lagi, karena pas bertepatan dengan purnama kapat kami ada odalan di Pura Desa. Kordinasi dengan Bendesa, jasad bayi agar diangkat kemudian TKP diupacarai baru lanjut prosesi di pura," tutup dia.
Peristiwa ini terungkap pada Senin (6/10). Bayi malang tersebut diduga hasil hubungan seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial R dengan kekasihnya berinisial GA. R diketahui melahirkan diam-diam di rumah majikannya saat sang majikan sedang tidak di rumah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, R melahirkan tanpa bantuan tenaga medis di kamar mandi rumah kontrakan tempatnya bekerja. Usai melahirkan, ia menaruh bayi dan ari-ari di dua ember terpisah. Darah sempat berceceran hingga ke ruang tamu, namun langsung dibersihkan oleh R agar tidak ketahuan.
Setelah itu, R menghubungi kekasihnya, GA. Saat GA datang, bayi sudah membiru dan tak bernyawa. Panik, keduanya kemudian membungkus bayi dengan plastik dan kardus sebelum menguburnya di bawah pelinggih penunggu karang di halaman rumah. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (4/10).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan