Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Viral Ada Bayi Bermata Satu di Yaman
BERITABALI.COM, DUNIA.
Belum lama ini viral di media sosial ada bayi bermata satu yang lahir di Yaman. Awal mula viral nya bayi tersebut karena ada salah seorang jurnalis Yaman bernama Karim Zarai.
Ia mengunggah kondisi bayi bermata satu itu melalui dunia maya. Karim menyebutkan bahwa ini merupakan kejadian langka menurut mitologi Yunani kuno.
“Kejadian ini merupakan kasus langka yang dikenal di mitologi Yunani,” ungkap Zara dilansir dari Gulf News.
Diketahui bahwa bayi bermata satu itu lahir di kota Albayda, Yaman pusat. Masih dilansir dari sumber yang sama, disebutkan bahwa kejadian ini terjadi hanya satu dari 100000 bayi baru lahir.
Lahirnya bayi bermata satu tentu ini menjadi salah satu kondisi langka. Bayi bermata satu itu lahir pada Maret 2022, namun meninggal setelah tujuh yang bertahan di dunia.
Tidak diketahui pasti apa sebenarnya penyebab bayi bermata satu itu meninggal dunia. Namun sebagai informasi kejadian bayi bermata satu ini dalam dunia kesehatan disebut Cyclopia.
Cyclopia merupakan kondisi cacat langka yang bermula dari tidak berkembang nya otak janin selama masa kehamilan. Kemudian bayi akan terlahir mati atau cacat sebab ada beberapa bagian tubuhnya yang tidak berkembang.
Beberapa pakar menyebutkan penyebab bayi lahir satu mata ini kemungkinan karena adanya paparan radiasi, racun atau bahkan bahan kimia.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2046 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1884 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1395 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1274 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah