Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Desa Mundeh Ancam Boikot Piplres
BERITABALI.COM, TABANAN.
Warga Desa Mundeh Tabanan mengeluhkan persoalan kekurangan guru SD. Warga mengancam akan memboikot Pilpres jika permintaan guru SD tambahan tidak juga direspon pemerintah.
“SD 1 dan SD 2 setempat yang kurang tenaga pengajar sejak belasan tahun, hingga kini belum dipenuhi. Masyarakat mengancam boikot pemilu presiden, kalau kekurangan guru SD 1 dan SD 2 Mundeh tidak segera diisi," jelas Prebekel Desa Mundeh I Nyoman Sunarsa.
Sunarsa mengatakan, boikot pilpres itu disampaikan oleh masyarakatnya mengingat sudah lama kekurangan guru SD di desanya tidak dipenuhi oleh pemerintah daerah."Kami sudah berkali-kali mengirim surat ke Bupati melalui Kadisdikpora-nya, namun belum ada tindak lanjut hingga hari
ini," jelasnya.
Ia selaku fasilitator pihak sekolah mengaku telah beberapa kali melayangkan surat permohonan minta guru SD. "Ancaman boikot pilpres tidak main-main," tandasnya.Atas acaman itu dirinya mengaku pusing, karena di satu sisi harus mensukseskan pemilu dan di sisi lain sebagai abdi masyarakat.
Di lain pihak, Kadisdikpora Tabanan I Wayan Adnyana mengatakan pihaknya telah menidaklanjuti surat dari SD 1 dan 2 Mundeh.Karena Tabanan khususnya kecamatan Selemadeg Barat dan Pupuan memang mengalami kekurangan guru, maka pihaknya akan mencarikan jalan lain seperti menempatkan PNS yang baru di wilayah yang mengalami kekurangan guru SD termasuk di wilayah Desa Mundeh.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan