Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Warga Karangasem Temukan Jasad Bocah di Bantaran Sungai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga Desa Tianyar Barat digegerkan penemuan jasad anak kecil pada aliran sungai yang ada di Banjar Dinas Batu Miyeh berbatasan dengan Songan, Kintamani pada Rabu (11/12/2024).
Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu. I Gede Sukadana membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut dikonfirmasi, Kamis (12/12/2024). Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan anggota polsek Kintamani, korba diketahui bernama I Kadek Garda Armed (10).
Korban berasal dari Banjar Dinas Kendal, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Sebelumnya korban sempat diinformasikan oleh pihak keluarga bahwa jatuh terpeleset dan terbawa aliran di sungai yang ada di wilayah Banjar Peradi, Desa Songan A.
"Korban ini diduga terpleset dan jatuh terbawa aliran sungai dan ditemukan di wilayah perbatasan antara Kintamani dan Kubu tepatnya di sungai Banjar Dinas Batu Miyeh, Desa Tianyar Barat oleh warga," kata Sukadana.
Setelah mendapat informasi penemuan tersebut, pihak keluarga langsung datang dan membawa jenazah korban ke Desa Songan A. Sedangkan untuk kasus tersebut saat ini ditangani oleh Polsek Kintamani karena kejadian awal berada di wilayah Kintamani.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1934 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun