Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Warung Ayam Betutu Gilimanuk Kelimpungan
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keluarnya instruksi Bupati Jembrana tentang tidak diperbolehkannya unggas maupun daging masuk atau keluar dari Jembrana membuat kelimpungan pengusaha ayam betutu di Gilimanuk.
Kini mereka hanya menghabiskan stok sambil menunggu dicabutnya larangan tersebut 3 bulan lagi.
Warung Ayam Betutu yang banyak bertebaran di Jembrana khususnya di Gilimanuk termasuk yang paling merasakan dampak dari larangan masuknya ayam baik hidup maupun yang sudah menjadi daging. Sebagian besar warung seperti Warung Men Tempeh dan Warung Bu Lina selama ini mendapat pasokan ayam dari Banyuwangi Jawa Timur.
Ibu Lina, pemilik Warung Betutu Bu Lina mengatakan kalau saat ini dia hanya menjual betutu sisa stok yang kemungkinan dalam beberapa hari lagi akan habis.
“Kalo stoknya habis, warung kami tutup, sudah tidak diijinkan lagi jualan, mungkin nunggu 3 bulan lagi,†ungkapnya dengan nada sedih.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, semenjak jatuhnya korban positif flu burung di Desa Dangin Tukad Daya dan munculnya titik wabah baru di Desa Tegal Badeng Timur, Bupati Jembrana, I Gede Winasa sudah memutuskan melarang unggas maupun dagingnya keluar masuk Jembrana, terhitung sejak kemarin (16/8) sampai 3 bulan ke depan. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2240 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun