Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Waspada Pecah Pembuluh Darah di Otak Lewat Empat Gejala Awal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pecah pembuluh darah di otak jadi masalah kesehatan yang cukup mengerikan. Beberapa pesohor pernah mengalami ini. Bahkan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi meninggal dunia setelah pembuluh darah di otaknya pecah.
Selain Ridwan, presenter Indra Bekti saat juga tengah menjalani perawatan akibat pecah pembuluh darah di otak. Indra sempat pingsan saat mengisi acara di sebuah radio di Jakarta Pusat.
Kebanyakan, penyakit ini baru diketahui setelah pembuluh darah di otak pecah dan kondisi cukup parah. Padahal ada berbagai tanda awal yang kerap muncul sebelum pembuluh darah di otak benar-benar pecah.
Tapi, tanda-tanda awal ini biasanya diabaikan dan dianggap sepele. Namun, ada baiknya Anda mulai memerhatikan dan menyadari tanda awal tersebut.
Berikut beberapa tanda awal sebelum pembuluh darah di otak pecah:
1. Sakit kepala
Sakit kepala memang bisa dialami siapa saja. Tapi sakit kepala juga bisa jadi tanda awal pembuluh darah di otak pecah.
Jika Anda mengalami sakit kepala berulang dengan intensitas rasa sakit yang terus meningkat harus waspada. Segera periksa ke rumah sakit, terutama jika sakit kepala tak kunjung hilang setelah diobati.
2. Mual dan muntah
Rasa mual bahkan muntah bisa jadi tanda awal pembuluh darah di otak bermasalah. Hal ini bisa terjadi, lantaran tekanan di kepala akibat sakit kepala semakin meningkat, hingga rasa mual dibarengi muntah pun muncul.
3. Vertigo
Sebagian orang menganggap vertigo penyakit yang sepele. Padahal, Anda tetap harus hati-hati, sebab vertigo bisa juga menjadi tanda pembuluh darah di otak pecah.
4. Gangguan bicara
Sulit menyampaikan kata-kata bisa jadi ada masalah di otak. Jangan anggap sepele hal ini karena bisa jadi pembuluh darah di otak pecah.
Jika Anda mengalami keempat gejala ini, waspadalah. Terutama jika masalah tersebut dibarengi dengan faktor risiko, mulai dari darah tinggi, kolesterol tinggi, perokok berat, hingga usia lanjut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1989 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1047 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun