Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Zelensky Kecam Warga Rusia Bungkam 30 Warga Ukraina Tewas: Pengecut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Volodymyr Zelensky mengecam warga Rusia yang bungkam setelah 30 warga Ukraina tewas akibat serangan rudal pasukan Negeri Beruang Merah di Dnipro akhir pekan lalu.
"Sikap bungkam kalian yang bak pengecut, upaya kalian 'menunggu' yang sedang terjadi, hanya akan berakhir dengan kenyataan bahwa satu hari, teroris yang sama [pemerintah Rusia] akan memburu kalian," ujar Zelensky, seperti dikutip AFP, Minggu (15/1).
Zelensky mengaku kecewa karena ia menerima pesan dukungan dari warga dari negara-negara lainnya. Namun, warga Rusia "sekarang tak bisa mengutarakan kata-kata kecaman atas teror ini."
Ia kemudian mengungkap bahwa dalam serangan di Dnipro itu, 30 orang meninggal, termasuk seorang anak berusia 15 tahun dan dua anak lainnya yang dilaporkan sudah yatim piatu.
Hingga kini, tim penyelamat juga masih mencari 30 orang yang dinyatakan hilang. Mereka mencari tanda-tanda puluhan orang itu di tengah puing-puing gedung.
Sementara itu, Ukraina juga masih terus menghadapi gempuran Rusia di berbagai penjuru negara, termasuk Donetsk.
Di Donetsk, pertempuran sengit pecah di daerah Soledar. Rusia dan Ukraina sempat saling klaim menguasai kawasan itu pada akhir pekan lalu.
Awalnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa pasukan mereka berhasil merebut Soledar, kawasan yang memang menjadi konsentrasi tempur Negeri Beruang Merah belakangan ini.
"Soledar bisa direbut karena bombardir terus menerus terhadap musuh dengan tembakan, pasukan udara, pasukan rudal dan artileri, dan pasukan Rusia," demikian pernyataan Kemhan Rusia yang dikutip Reuters, Sabtu (14/1).
Menurut Kemhan Rusia, perebutan Soledar bakal membuat jalur suplai Ukraina menuju Kota Bakhmut terputus. Selama ini, Rusia memang mengincar Bakhmut, tapi tak kunjung tercapai.
Beberapa jam setelah pengumuman itu, Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan pertempuran di Soledar masih berlangsung.
"Pertempuran sulit di kawasan Donetsk masih berlanjut. Pertempuran di Bakhmut dan Soledar dan kota-kota dan desa lain di timur negara kami masih berlangsung," ucap Zelensky.
Tak lama setelah itu, Gubernur Donetsk, Pavlo Kyrylenko, mengklaim bahwa Soledar masih berada di bawah kekuasaan pasukan Ukraina.
"Soledar masih di bawah kendali militer kami, meski beberapa pertempuran di jalan dan di luar kota karena musuh mencoba masuk dari beberapa arah. Pihak musuh mengalami kekalahan besar," katanya.
Para pakar menilai Ukraina memang memiliki sistem pertahanan yang baik di Soledar. Meski terus digempur, Ukraina dapat bertahan, bahkan melawan balik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4501 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1932 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1585 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun