Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
ODHA dan Waria Tanam Ratusan Pohon
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hari AIDS internasional diperingati dengan berbagai cara. Di Denpasar Bali, pagi ini puluhan ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dan waria mengadakan kegiatan menanam ratusan pohon langka dan perindang jalan.
Selain untuk menyejukkan lingkungan, cara ini juga dipercaya sebagai salah satu terapi menghilangkan stress.
Aksi penanaman pohon dalam rangka peringatan hari AIDS internasional ini digelar di sepanjang jalan Sidakarya dan Tukad Badung Denpasar. Puluhan pengidap HIV/AIDS, waria, beserta masyarakat setempat bersama-sama melakukan aksi penanaman ratusan pohon.
Pohon yang ditanam merupakan sumbangan dari kelompok masyarakat peduli HIV/AIDS serta Pemerintah Kota Denpasar. Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain pohon asem, pohon jempiring, pohon nusa indah, dan aneka jenis pohon perindang jalan lainnya.
“Aksi penanaman pohon ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan antara para pengidap HIV/AIDS dan masyarakat. Hal ini perlu dibina karena hingga saat ini masih banyak pengidap HIV/AIDS yang mendapat perlakuan diskriminatif dari masyarakat,†kata panitia acara ini, Ovhi Sulaiman.
Selain aksi menanam ratusan pohon, peringatan hari AIDS internasional di Denpasar juga diisi dengan pembagian ratusan selebaran tentang bahaya HIV/AIDS dan cara pencegahannya. Selain itu, puluhan penderita HIV/AIDS juga membentangkan spanduk yang berisi penolakan diskriminasi terhadap ODHA.
Menurut data lembaga peduli HIV/AIDS Bali Plus, jumlah penderita AIDS di Bali hingga kini mencapai 350 orang lebih yang tersebar di seluruh pulau Bali. Dari jumlah tersebut, 208 penderita masih terlantar dan 150 penderita sudah mendapat bimbingan maupun pengobatan teratur. (ags)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun