Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Alih Fungsi Lahan Sawah Capai 50 Hektar Per Tahun
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam menekan tingginya alih fungsi lahan persawahan menjadi kawasan pemukiman di Denpasar, Pemkot mengambil kebijakan dengan memberikan subsidi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada para pemilik lahan di kawasan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK).
Demikian disampaikan Wakil Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, SE. M.Si usai menerima Ketua Program Ekstensi Fakultas Pertanian Unud, Ir. Wayan Sudarta,MS. Rabu (5/12) di ruang kerjanya.
Menurut Rai Mantra, untuk kedepan petani di Denpasar perlu dibekali penerapan teknologi dalam usaha peningkatan kualitas produksi. Untuk itu, Ia mengharapkan pihak perguruan tinggi ikut berperan langsung dalam peningkatan hasil pertanian maupun pelestarian subak bisa dimaksimalkan.
Action Riset bidang pertanian paling tidak akan bisa memotivasi petani. Untuk itu, Ia menyambut positif prakarsa Program Ekstensi Fakultas Pertanian UNUD dalam mengembangkan laboratorium Sosial di subak Anggabaya Penatih Denpasar.
Ir. Wayan Sudarta, MS. menegaskan penyusutan lahan di Denpasar tiap tahun tidak bisa dihindari, hal ini mengingat Denpasar sebagai daerah yang terbuka dan sebagai pusat kegiatan, baik ekonomi, pendidikan maupun pariwisata menyebabkan pertambahan penduduk yang demikian pesat. Ledakan penduduk ini tentu akan berimbas pada terjamahnya lahan persawahan untuk dijadikan pemukiman.
Dengan banyaknya sawah yang berubah fungsi ini akan mengancam lembaga subak. Untuk itulah pihaknya berkeinginan melakukan pengembangan laboratorium sosial di subak Anggabaya Penatih. Laboratorium sosial bukan berarti mendirikan sebuah bangunan lab, namun dosen dan mahasiswa langsung terjun ke lapangan memberikan pembinaan secara kontinyu kepada para petani.
Kedepan bila program ini terlaksana, pihaknya optimis pertanian agrobisnis bisa berkembang, bahkan bisa mengarah ke agrowisata. Subak yang tertata bagus dengan kondisi sawah yang masih asri bisa dikembangkan menjadi obyek pariwisata, pungkasnya.
Berdasarkan data pada Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Denpasar alih fungsi lahan kota Denpasar pertahunnya rata-rata 50 hektar. Alih fungsi lahan tertinggi terjadi di kecamatan Denbar dan Denut, kebanyakan untuk pemukiman dan fasilitas umum seperti jalan. Saat ini lahan sawah produktif di Kota Denpasar tinggal 2.717 ha, pekarangan 7.714 ha dan tegalan atau kebun 396 tersebar di 42 subak. (adv*)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan