Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Infrastruktur Objek Wisata Tak Harus Sempurna
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Thamrin B Bachri menegaskan, kondisi infrastruktur objek wisata di Indonesia tidak harus selalu sempurna. Sebab bagi kalangan wisatawan peminat khusus, justru objek yang infrastrukturnya tidak bagus bisa menjadi sangat menarik perhatiannya.
“Jadi, walau infrastrukturnya tidak sempurna, bukan berarti suatu objek wisata tidak pantas dipromosikan,†ujar Thamrin B Bachri di Denpasar, Sabtu 29/12), saat ditanya soal kesiapan infrastruktur objek wisata terkait program Visit Indonesia Year 2008.
Menurut Thamrin, bagi sekelompok wisatawan yang memiliki minat khusus, bisa menjadikan dirinya sangat tertarik misalnya pada objek eksporasi hutan, dan sejenisnya yang notabene tidak memerlukan kondisi infrastruktur yang bagus.
Saat ditanya seberapa besar jumlah wisatawan yang memiliki minat khusus, Thamrin mengaku selama ini di Departemennya belum ada pendataan secara spesifik soal ini. Malah dia meminta wartawan untuk memasukkan opini itu ke dalam tulisan.
“Ya, you bisa masukkan opini itu ke dalam tulisan, soal data wisatawan peminat khusus, sehingga ke depan bisa diperhitungkan,†ujarnya.
Thamrin mengatakan, pada 2020 wisatawan akan cenderung lebih bersifat individual. Sehingga diperlukan produk yang lebih bervariasi, misalnya hotel perlu menyediakan fasilitas klinik, di samping juga sudah lebih dulu dilengkapi fasilitas spa.
Dilihat dari asal negara, minat wisatawan dari sejumlah negara berbeda-beda. Misalnya, bagi wisatawan asal Timur Tengah, fasilitas Dunia Fantasi mungkin dinilai sudah ketinggalan.
Untuk itu Thamrin berharap ke depan perlu penyediaan produk-produk yang lebih maju. (sss)
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun