Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Sebulan Ekspor 10.000 Keramik
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bila diolah dengan daya seni dan daya kreasi yang tinggi, ternyata tanah liat tidak hanya dapat dijadikan barang kerajinan yang berupa patung, tetapi juga dapat dijadikan keramik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat diekspor ke sejumlah negara.
Meskipun terletak di Desa Pejaten yang cukup jauh dari pusat kota Tabanan, namun pengerajin-pengerajin keramik di desa ini sudah mampu menembus pasar ekspor luar negeri. Biasanya negara-negara yang memesan kerajinan ini antara lain Jepang, Filipina, Thailand, Italia, hingga Amerika. Sedangkan untuk pasar domestik seperti Jakarta, Jogja, dan Denpasar, permintaan relatif kecil.
Salah seorang pengerajin, Winantri mengatakan, harga keramik yang ditawarkan sangat bervariasi, tergantung dari jenis, ukuran, serta model yang diinginkan. “Kalau saya mematok harga termurah Rp. 2.000, sedangkan yang paling mahal Rp. 200.000,” jelas Winantri.
Proses produksinya pun sangat sederhana. Tanah liat yang ada dikumpulkan, lalu ditambah air supaya lebih mudah dibentuk. Lalu tanah liat yang ada dibentuk atau dicetak, serta diukir sesuai motif yang diinginkan, kemudian dibakar sesuai motif yang diinginkan.
Sayangnya usaha kerajinan ini beberapa bulan lalu sempat mengalami penurunan omzet yang sangat signifikan. Penurunan omzet ini disebabkan oleh merebaknya isu virus flu burung di Bali. (eps)
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3274 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 761 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman