Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Hingga Kini, Listrik di Bali Masih Berstatus ˜Siaga
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketersediaan listrik di Bali hingga saat ini masih berstatus ‘siaga’, dalam artian belum sepenuhnya aman. Pasalnya, pengganti cadangan sebesar 130 MW (Mega Watt) yang ada di pembangklit Gilimanuk belum begitu mencukupi.
“Jadi, hingga saat ini kelistrikan di Bali masih dalam status siaga,” kata Humas PT PLN Distribusi Bali, Redika menjawab pers di Denpasar, Selasa (8/1). Status siaga ini sudah berlangsung sejak tahun 2004.
Menurut Redika, kelistrikan di Bali baru akan aman pada 2010 mendatang, ketika saat itu pembangkit PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di Celukan Bawang, Buleleng sudah bisa beroperasi. Pembangkit ini direncanakan memproduksi 3x130 MW.
Selain itu, di Kecamatan Kubu Karangasem juga akan dibangun PLTU berkapasitas 2x100 MW. Dua PLTU ini merupakan bagian dari program nasional yang menargetkan tambahan 10.000 MW listrik bertenaga batubara.
Redika menjelaskan, saat ini Bali memiliki tenaga listrik 562 MW, dengan rincian pasokan dari Jawa 200 MW, 152 MW dari pembangkit di Pesanggaran, 130 MW di Gilimanuk, dan 80 MW dari Pemaron Buleleng.
Beban puncak di Bali selama ini rata-rata diatas 400 MW. Beban puncak tertinggi yang pernah dicapai yakni, pada 26 November 2007, yang mencapai 455 MW.
Angka ini melampaui beban puncak saat berlangsungnya acara UNFCCC di Nusa Dua, yang mencapai 454 MW. Dan juga jauh melampaui konsumsi listrik pada momen pergantian tahun baru 2008 yang mencapai 430 MW. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli