Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Nikmati
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kendati hujan badai yang terjadi awal Januari lalu telah berakhir, namun tumpukan sampah yang diakibatkannya masih terlihat menumpuk di sejumlah kawasan Pantai Kuta. Tak ayal, onggokan sampah ini mengganggu kenyamanan para wisatawan yang tengah menikmati pesona wisata Kuta.
Dari pantauan Beritabali.com Sabtu (12/1), tumpukan sampah setinggi kurang lebih 1,5 meter, masih nampak di sepanjang pantai yang berada di depan kafe Kama Sutra, Kuta. Tumpukan sampah ini, memanjang hingga 300 meter.
Herlina, salah satu pedagang yang biasa berjualan di kawasan ini, mengaku, tumpukan sampah ini telah menjadi pemandangan sehari-hari. Ia mengaku, dirinya selalu membersihkan sampah di pantai ini tiga kali sehari. Namun sampah-sampah ini tetap menggunung.
“Sejak ada tumpukan ini, omzet penjualan saya turun drastis. Kalau dulu sebelum ada sampah bisa dapat Rp. 100.000, sekarang bisa-bisa nggak dapat jualan. Habis, turisnya malas jemuran di dekat sampah,” jelas Herlina.
Sementara itu, Tiwi, salah satu wisatawan domestik asal Makasar, mengaku menyayangkan keadaan ini. Ia berharap sampah-sampah ini dapat dibersihkan secepatnya.“Pemerintah harus membersihkan sampah-sampah ini secepatnya, supaya pantai ini indah lagi. Terus terang saya kecewa melihat kondisi Pantai Kuta seperti ini,” aku Tiwi.
Sementara itu, Made Kondra, koordinator lapangan (korlap) Satgas Pantai Kuta mengaku, pihaknya telah mengerahkan para pedagang dan anggota satgas untuk membersihkan pantai wisata ini.“Kita sudah mengerahkan para pedagang dan anggota satgas. Pemkab Badung juga sudah membantu kami dengan meminjamkan alat berat, dan mengirimkan truk sampah, secara kontinu,” jelas Kondra. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli