Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Harga Salak Lokal Terjun Bebas
Bebandem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Para petani salak yang ada di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, kini harus gigit jari. Pasalnya, harga salak saat ini anjlok hingga 300%. Padahal, bulan Januari sampai Februari ini menjadi musim bagi para petani salak untuk meraup keuntungan.
Jika sebelumnya harga salak di tangan petani dijual seharga Rp. 3.000 per kilogramnya, kini harga salak di tangan petani terjun bebas menjadi Rp. 800 per kilogramnya. Turunnya harga salak ini diduga terjadi akibat banyaknya pasokan salak saat panen raya. Selain itu, sedikitnya permintaan dari luar Bali, dan masuknya Salak Pondoh dari luar Bali ikut mempengaruhi harga Salak Sibetan.
Salah satu petani salak, Wayan Karnasih, mengaku setiap panen raya harga salak di desanya pasti anjlok. Namun, panen raya kali ini benar-benar memukul kondisi para petani salak.“Waktu panen yang lalu, harga salak tidak turun sampai sejauh ini. Panen kemarin harga salak Rp. 2.500 per kilo, tapi panen sekarang ini jadi Rp. 800. Saya jadi malas memanen salak. Makanya saya biarkan salaknya membusuk di pohon,” ujar Karnasih lesu.
Sementara, salah seorang pengepul salak membantah jika anjloknya harga salak disebabkan permainan harga para pengepul.“Turunnya harga bukan karena permainan pengepul. Tapi karena memang permintaan dari luar Bali sedikit. Apalagi sekarang ini ada Salak Pondoh di pasaran,” bantahnya. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan