Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga Baktiseraga Takut Konsumsi Air
Baktiseraga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Keresahan warga Desa Baktiseraga akibat tercampurnya air minum desa masih dirasakan hingga Sabtu (2/2), sejumlah warga masih takut memanfaatkan air yang dikelola desa itu untuk keperluan sehari-hari, apalagi untuk dikonsumsi.
“tadi tetatangga saya, mungkin lupa, ngerendam beras mengunakan air kran, beberapa menit kemudian sadar air tersebut tercampur zat kimia, ya, beras yang sudah direndam itu dibuang, takut katanya,” ungkap Gede Riasa, Kepala Dusun Galiran, Desa Baktiseraga.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga yang memanfaatkan air desa tersebut, terpaksa antri mendapatkan air dari tetangan terdekat yang berlangganan air PDAM, “ mau gimana lagi, untuk keperluan air yang dikonsumsi kita minta ke tetangga yang sudah pasang air dari PDAM, “ ungkap seorang Ibu yang tengah menunggu giliran mendapatkan air dari kran PDAM.
Kepala Dusun Galiran Gede Riasa mengatakan, warga masih takut untuk mengkonsumsi air kran milik desa, walaupun selama sehari telah dilakukan pengurasan di bak penampungan air tersebut di Dusun Bangah, Desa Panji Kecamatan Sukasada.“mungkin dalam tiga hari ini, warga masih trauma (takut,red) untuk mengunakan air desa, namun beberapa warga sudah ada yang berani memanfaatkan untuk keperluan selain dikonsumsi,” papar Riasa.
Untuk memastikan air minum yang dikelola Desa Baktiseraga itu telah tidak tercemar, sejumlah warga mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan melalui PDAM Buleleng.“yang jelas kalau sudah ada kepastian hasil lab yang sample (contoh,red) diambil oleh PDAM kita ketahui, mungkin kita baru yakin dan berani mengkonsumsi kembali air desa ini,” ungkap Gojo warga Dusun Galiran.
Sebelumnya, warga di Desa Baktiseraga, terutama di Dusun Galiran, Seraya dan Tista, tidak bisa menikmati fasilitas air minum milik desa setempat, pasalnya air yang distribusikan dari bak penampungan yang terletak di Dusun Bangah, Desa Panji telah tercampur zat kimia yang jenisnya belum diketahui, bahkan kondisi itu memunculkan adanya runmor adanya upaya sabotase mencampur air dengan zat kimia hingga warga resah. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan