Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Baktiseraga Takut Konsumsi Air
Baktiseraga
BERITABALI.COM, BULELENG.
Keresahan warga Desa Baktiseraga akibat tercampurnya air minum desa masih dirasakan hingga Sabtu (2/2), sejumlah warga masih takut memanfaatkan air yang dikelola desa itu untuk keperluan sehari-hari, apalagi untuk dikonsumsi.
“tadi tetatangga saya, mungkin lupa, ngerendam beras mengunakan air kran, beberapa menit kemudian sadar air tersebut tercampur zat kimia, ya, beras yang sudah direndam itu dibuang, takut katanya,” ungkap Gede Riasa, Kepala Dusun Galiran, Desa Baktiseraga.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga yang memanfaatkan air desa tersebut, terpaksa antri mendapatkan air dari tetangan terdekat yang berlangganan air PDAM, “ mau gimana lagi, untuk keperluan air yang dikonsumsi kita minta ke tetangga yang sudah pasang air dari PDAM, “ ungkap seorang Ibu yang tengah menunggu giliran mendapatkan air dari kran PDAM.
Kepala Dusun Galiran Gede Riasa mengatakan, warga masih takut untuk mengkonsumsi air kran milik desa, walaupun selama sehari telah dilakukan pengurasan di bak penampungan air tersebut di Dusun Bangah, Desa Panji Kecamatan Sukasada.“mungkin dalam tiga hari ini, warga masih trauma (takut,red) untuk mengunakan air desa, namun beberapa warga sudah ada yang berani memanfaatkan untuk keperluan selain dikonsumsi,” papar Riasa.
Untuk memastikan air minum yang dikelola Desa Baktiseraga itu telah tidak tercemar, sejumlah warga mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan melalui PDAM Buleleng.“yang jelas kalau sudah ada kepastian hasil lab yang sample (contoh,red) diambil oleh PDAM kita ketahui, mungkin kita baru yakin dan berani mengkonsumsi kembali air desa ini,” ungkap Gojo warga Dusun Galiran.
Sebelumnya, warga di Desa Baktiseraga, terutama di Dusun Galiran, Seraya dan Tista, tidak bisa menikmati fasilitas air minum milik desa setempat, pasalnya air yang distribusikan dari bak penampungan yang terletak di Dusun Bangah, Desa Panji telah tercampur zat kimia yang jenisnya belum diketahui, bahkan kondisi itu memunculkan adanya runmor adanya upaya sabotase mencampur air dengan zat kimia hingga warga resah. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan