Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Polres Buleleng Amankan Barang Bukti
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menyingkap pengakuan Putu Suaka atas aksi pembunuhan dengan portas terhadap pasangan suami istri Gede Baneh dan Luh Sumenadi di Desa Menyali, Kecamatan Sawan, serta pasutri Kadek Suara dan Luh Sukesi di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Sat Reskrim Polres Buleleng kembali meningkatkan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya, sejumlah barang bukti berhasil diamankan polisi dari keluarga Putu Suaka.
“Kita harus lengkapi dengan data-data pendukungnya, tidak hanya dengan pengakuan tersangka saja. Selain mengorek keterangan dari pelaku, dari penyelidikan dan penyidikan kita sudah menyita beberapa barang bukti, seperti satu unit sepeda motor, ada perhiasan dan beberapa kain songket yang kita duga sebagai hasil kejahatan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Ambariyadi Wijaya, Kamis (7/2).
Menurut data di Mapolres Buleleng menyebutkan, setelah berhasil melakukan aksinya di Desa Jinengdalem, tersangka membeli sebuah sepeda motor Thunder dan diberikan kepada iparnya yang bekerja di Denpasar, demikian juga dengan aksinya di Desa Menyali.
"Sepeda motor Suzuki Thunder kita sita di desa Jinengdalem dari tangan ipar korban yang kebetulan pulang dari Denpasar, sepeda motor hasil kejahatan itu kita langsung sita, termasuk kalung emas yang diberikan pelaku kepada istrinya juga kita sita sebagai barang bukti dari hasil kejahatan di Jinengdalem,” papar Ambariyadi Wijaya.
Sementara barang bukti hasil kejahatan Putu Suaka di Desa Menyali, Sat Reskim Polres Buleleng menyita beberapa lembar kain songket. Sedangkan uang dan perhiasan emas milik korban sudah habis dijual dan dipakai oleh tersangka. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun