Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Buka Kembali Daftar DPO Preman

Selasa, 4 Maret 2008, 19:20 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Poltabes Denpasar tidak pernah surut mengejar geng preman. Pengejaran kelompok preman yang dicurigai, setiap saat dilakukan, tergantung dari hasil penyelidikan. File–file lama buronan DPO, dibuka kembali sebagai bahan evaluasi.

Demikian dijelaskan Kapoltabes Denpasar, Kombes Pol Yopianes Mahar kepada wartawan, Selasa (4/3). Menurutnya, aparat kepolisian akan membuka kembali berkas–berkas lama pelaku buron preman yang belum tertangkap.

Seperti kasus terkait penebasan pelatih tinju, Yohanes Bambang Reni, Januari 2004 lalu. Dan, penembakan di Waturenggong Panjer Denpasar beberapa tahun lalu. “Ini kita akan buka lagi filenya,” kata Kapoltabes. Apakah ada target mengejar pentolan pemuda lain? Kapoltabes mengatakan, tidak ada target. Pengejaran akan terus dilakukan, setiap hari dan setiap waktu.

 

Apabila ditemukan perkembangan terbaru, Kapoltabes langsung melakukan brifing terhadap anggotanya dan bergerak sesuai sasaran.Kata Kapoltabes brifing ini sangat penting, yakni untuk mengetahui keberadaan Dewa Saraf alias DS, Yande dan Cakra, dan para pemuda lain, yang kini kabur entah kemana. “Jika ketemu, jajaran Poltabes Denpasar, akan langsung melakukan penangkapan,” tegasnya.

Kapoltabes menerangkan, kerja keras yang dilakukan anggotanya banyak menelan kendala. Antara lain, kurang koorperatifnya para saksi untuk membeberkan keterangan ke aparat kepolisian. Seperti kasus tewasnya IB Anom Wijaya di Jalan Cokroaminoto Denpasar. “Upaya kita masih minim, karena para tersangka yang kini ditahan tidak mau berterus-terang,” sesalnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami