Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Dewan Karangasem Dijuluki
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Anggota Dewan Karangasem kini mendapat julukan baru. Selain tuli terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, mereka juga bermuka tebal (tembok, Red) oleh masyarakat. Lha kok? Julukan baru para wakil rakyat Tanah Aron itu tak terlepas dari kesukaanya melancong ke luar daerah dengan embel-embel Diklat dan Kunjungan Kerja.
Belum ada sebulan terbang ke Jakarta, Senin (10/3) kemarin mereka kembali melakukan lawatan ke Lampung. Lawatan tersebut dalam rangka kunjungan kerja untuk menjenguk transmigran asal Karangasem. Rencananya kunjungan kerja wakil rakyat Karangasem ini akan dilakukan selama tiga hari yaitu sampai 13 Maret mendatang. Benarkah?Yang pasti seringnya Dewan Karangasem plesiran ke luar daerah memunculkan kecurigaan dari masyarakat.
Diantara mereka ada yang menilai Dewan Karangasem boros dalam penggunaan anggaran. Sebagian lainnya, menuding kalau mereka sengaja memperbanyak kunjungan ke luar daerah untuk menambah uang saku. Yang pasti rombongan Dewan yang berangkat minus Ketua DPRD I Wayan Sukadana S.Sos, Wakil Ketua Wayan Mas Suyasa, serta Made Dastra. Sukadana kemarin sempat ngantor seperti biasa.
“Saya ngantor seperti biasa. Tapi karena kondisi kurang bagus saya pulang mendahului,” terang Sukadana saat dihubungi via HP-nya. Kunjungan Dewan Karangasem, sebenarnya sudah sering disoroti oleh masyarakat termasuk juga LSM yang ada disana. Kendati sering dicibir toh juga para wakil rakyat itu tidak pernah jera. Malahan semakin dikritik kunjungan keluar daerah semakin gencar dilakukan.
Terkait perilaku anggota dewan ini, LSM Api Semar yang di Ketua I Nyoman Pasek SH sempat mencak-mencak. Dia dan beberapa anggotanya sengaja datang ke gedung DPRD dalam rangka menyampaikan aspirasi warga Pidpid. “Kunker kok kayak karnaval, Saya benar-benar kecewa dengan kinerja para wakil rakyat sekarang,” ujarnya sewot.
Menurut Pasek yang juga seorang pengacara itu, mestinya kunker bisa dilakukan dengan perwakilan saja tidak harus pergi beramai ramai. “Jangan salahkan rakyat semakin tidak percaya terhadap perwakilannya yang duduk di DPRD, sebab perwakilannya sendiri tidak pernah memperhatikan nasib rakyatnya,” sindirnya.
Kedatangan LSM Api Semar ke Gedung Dewan kemarin, tak lain untuk menagih janji Ketua DPRD dan Eksekutif soal pengaspalan jalan dari Kelakah, Nawakerti menuju Kesimpar.“Dewan dan beberapa staf dari PU sempat berjanji akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 4 km tersebut.
Mereka mengatakan pengaspalan dilakukan bulan Oktober tahun 2007. Tapi sekarang sudah tahun 2008 dan pengaspalan tak kunjung-kunjung tiba, ada apa? Kami juga merasa dipermainkan, sebab di Datah jalan sepanjang 2 km sudah dilakukan pengaspalan dengan biaya sekitar Rp 800 juta,” ungkapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2087 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2008 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1920 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1783 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun